Australia ubah kata-kata di lagu kebangsaan, hormati sejarah pribumi

id lagu kebangsaan australia,lagu nasional australia,penduduk pribumi australia,aborigin,PM australia,scott morrison

Australia ubah kata-kata di lagu kebangsaan, hormati sejarah pribumi

Perdana Menteri Scott Morrison berpartisipasi dalam upacara pengasapan tradisi penduduk asli Aborigin pada Pembukaan Peringatan RFS Buxton di Buxton, NSW, Sabtu, (5/12/2020). ANTARA/REUTERS/AAP Image/Dean Lewins/aa.

Sydney (ANTARA) - Australia mengubah kata-kata dalam lagu kebangsaannya dengan menghilangkan bagian yang disebut tak mencerminkan sejarah masyarakat pribumi--yang secara resmi berlaku mulai Jumat.

Atas pertimbangan bahwa penduduk asli Australia merupakan peradaban tertua dunia, bagian "for we are young and free" (untuk kita yang muda dan bebas) diubah menjadi "for we are one and free" (untuk kita yang satu dan bebas).

"Kita hidup di tanah keabadian para penduduk pribumi kuno, dan kita menyatukan kisah 300 lebih leluhur nasional serta kelompok bahasa," kata Perdana Menteri Scott Morrison kepada para jurnalis di Canberra.

"Dan lagu kebangsaan kita harus merefleksikan hal tersebut. Perubahan yang kami buat dan umumkan hari ini, saya rasa, mencapai tujuan itu," ujar Morrison.

Ketika ditanya apakah ia akan menjadi orang pertama yang menyanyikan lagu kebangsaan baru, Morrison menyebut, "saya rasa, perdana menteri menyanyikan sama dengan perdana menteri berolahraga, yaitu baiknya dilakukan secara privat."

Ide untuk mengubah kata-kata dalam lagu nasional Australia dimunculkan pada 2020 oleh pemimpin negara bagian New South Wales, Gladys Berejiklian, yang menyebut penggunaan kata-kata semula telah mengabaikan "kebudayaan pribumi yang membanggakan".

Usulan tersebut disambut baik oleh sejumlah legislator, termasuk Menteri Federal untuk Pribumi Australia, Ken Wyatt, juga pemimpin partai One Nation, Pauline Hanson.

Selama beberapa dekade belakangan, Australia mengupayakan rekonsiliasi dengan penduduk Aborigin--yang tiba di tanah benua itu sekitar 50.000 tahun sebelum kolonialis Inggris.

Setiap tahunnya, rakyat Australia mendapat libur nasional pada 26 Januari, untuk menandai tanggal berlabuhnya First Fleet (kapal layar Inggris) di Pelabuhan Sydney pada 1788, yang membawa tahanan dan prajurit.

Sementara sejumlah penduduk pribumi menyebut hari itu sebagai "Invasion Day" (Hari Penyerangan).

Sumber: Reuters
Baca juga: Mayoritas penduduk Australia dukung pengakuan terhadap Aborigin
Baca juga: Tony Abbott akan tinggal sepakan bersama suku Aborigin
Baca juga: Oposisi Australia bersatu untuk mengakui Suku Aborigin

 

Pewarta : Suwanti
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar