Gorontalo Utara perketat pintu masuk perbatasan dari minuman keras

id Pemusnahan minuman keras di Gorontalo Utara

Gorontalo Utara perketat pintu masuk perbatasan dari minuman keras

Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin. (ANTARA/Susanti Sako)

Gorontalo (ANTARA) - Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin memastikan akan memperketat pintu masuk perbatasan Provinsi Gorontalo khususnya di wilayah timur Kecamatan Atinggola dari minuman keras.

"Saya sangat mengapreasiasi kinerja Kepolisian dan TNI yang secara bersama memperkuat pengamanan di wilayah perbatasan khususnya dalam memberantas penyelundupan minuman keras dari wilayah Provinsi Sulawesi Utara," katanya, di Gorontalo, Senin.

Ia berharap sinergi itu semakin baik, ditambah dengan upaya pemerintah daerah untuk memperketat pintu masuk di lintas Sulawesi tersebut.

Upaya cepat pihak Kepolisian dalam memberantas peredaran minuman keras didominasi jenis 'captikus' katanya, juga sangat diapresiasi.

Sebagai salah satu langkah besar meredam tindak kriminalitas yang dipicu karena mengonsumsi minuman keras.

Indra mengaku, memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum dalam memberantas minuman keras.

Termasuk mendukung tindakan tegas kepada para pengedar untuk memberi efek jera.

Terkait pemusnahan 2,8 ton minuman keras 'captikus' diakuinya perdana dilakukan di daerah itu oleh pihak Polres setempat.

"Ini adalah upaya dan langkah yang baik mengawali kinerja Kepolisian di tahun 2021 dan saya selaku Kepala Daerah sangat mendukung penuh," katanya lagi.

Ia juga memastikan akan menyosialisasikan komitmen memerangi minuman keras dalam segala bentuk.

Serta menutup akses masuk barang haram itu tidak hanya dilakukan di pintu masuk perbatasan namun menjangkau jalan-jalan 'tikus', baik di perkampungan maupun pesisir pantai.***
Polres Gorontalo Utara memusnahkan 2,8 ton minuman keras jenis 'captikus' hasil tangkapan tahun 2020 berlangsung di halaman Mapolres dihadiri Bupati Indra Yasin, Dandim 1314, Kejaksaan, BNNK dan tokoh agama serta pemerintah desa. (ANTARA/Susanti Sako)

Pewarta : Susanti Sako
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar