PWI beri 5 rekomendasi bagi kemajuan kebudayaan daerah pada HPN 2021

id PWI,Persatuan Wartawan Indonesia,Anugerah Kebudayaaan,HPN,Hari Pers Nasional,Yusuf Susilo Hartono

PWI beri 5 rekomendasi bagi kemajuan kebudayaan daerah pada HPN 2021

Tim Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021. Arah jarum jam: DR Nungki Kusumastuti, Yusuf Susilo Hartono, Prof. Ninok Leksono, Atal S. Depari, dan Agus Dermawan T melakukan rapat secara daring di Jakarta pada Selasa (5/1/2021). (ANTARA/ Dok. Foto YSH)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Pelaksana Anugerah Kebudayaan 2021 Yusuf Susilo Hartono mengatakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memberikan lima rekomendasi penting kepada para pemimpin daerah dan masyarakat agar berperan bagi kemajuan kebudayaan daerah dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2021.

"Tim juri memberikan lima rekomendasi kepada pemimpin daerah pada umumnya, dan pihak-pihak terkait, termasuk para milenial para pelaku seni budaya, dan para wartawan serta para pengelola media," kata Yusuf di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan rekomendasi yang pertama, yaitu masing-masing daerah (kabupaten/kota) perlu memiliki payung hukum formal yang memadai sebagai landasan formal gerak pemajuan kebudayaan berkelanjutan di tingkat lokal, sekaligus ujung tombak pemajuan kebudayaan nasional.

Kedua, dalam era kesejagatan nyata maupun maya, semua daerah harus memiliki strategi jitu dalam pewarisan dan pemasyarakatan aspek-aspek kebudayaan lokal kepada generasi milenial, agar kebudayaan lokal, sebagai bagian dari kebudayaan nasional di daerah, terus berkelanjutan.

Ketiga, selain pengalokasian anggaran yang memadai, daerah perlu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kebudayaan, infrastruktur nyata maupun infrastruktur maya terkait inovasi teknologi.

Baca juga: Bupati/ Wali Kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI 2021

Baca juga: Ketua MPR dan Menkop UKM dukung HPN 2021 dilaksanakan secara virtual


Segala program-program yang bermutu tingkat nasional hingga internasional, harus bisa turut diwarnai dengan kebudayaan lokal agar kebudayaan lokal bisa mewarnai gerak laju kebudayaan global.

Keempat, penciptaan baru bagi dinamika kebudayaan memang sebuah keniscayaan, namun penciptaan itu harus pula menghormati dan menyeimbangkan aspek-aspek lain yang tidak kalah penting bagi keberlangsungan kebudayaan lokal itu sendiri sebagai identitas, pemilik hak cipta, kepentingan sosio-kultural, hingga kepentingan religius daerah tertentu.

Kelima, sebagai pilar demokrasi keempat, media massa wajib mengawal kebudayaan.

Dalam konteks Indonesia sebagai negara super power atau adidaya di bidang kebudayaan, maka pers/media diharapkan memberi perhatian khusus terhadap informasi kebudayaan nasional, maupun kebudayaan daerah dengan berbagai platform yang ada.

Khusus di daerah, diperlukan para wartawan yang memiliki kompetensi di bidang penulisan kebudayaan. Dengan media-media yang memiliki perhatian pada berita dan opini yang bermutu tentang kebudayaan.

Baca juga: PWI Pusat undang bupati/wali kota yang komit kebudayaan

Baca juga: PWI adakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro jelang Hari Pers Nasional

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar