4 Pos TNI-Polri telah dibangun di Banti Tembagapura

id Pos Keamanan di Banti Tembagapura

4 Pos TNI-Polri telah dibangun di Banti Tembagapura

Kapolsek Tembagapura Ipda Eduard Edison (ANTARA/Evarianus Supar)

Timika (ANTARA) - Sebanyak empat Pos TNI-Polri telah dibangun di Banti Tembagapura guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kampung Banti 1, Banti 2 dan Opitawak kondusif dan aman dari gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kapolsek Tembagapura Ipda Eduard Edison di Timika, Senin, mengatakan Pos Pengamanan di Kampung Banti 1, Banti 2, Tagabra dan Opitawak ditempati oleh pasukan TNI dari Batalyon 756 yang tergabung dalam Satgas Pam Rawan dan dibantu oleh pasukan Brimob BKO dari Polda Kepulauan Riau.

"Memang sudah ada empat pos yang dibangun di sekitaran Banti, namun untuk sementara waktu pos yang ada di Opitawak belum diisi anggota karena masyarakat belum ada yang kembali ke sana. Namun karena jaraknya dekat dari Banti, maka pengamanan di Opitawak bisa dipantau oleh anggota yang bertugas di Banti," jelasnya.

Kapolsek Tembagapura menyambut baik rencana pemulangan warga Banti 1, Banti 2 dan Opitawak ke kampung halaman mereka dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Kapolres: Situasi di Banti Tembagapura semakin kondusif
Baca juga: Pemkab diajak tinjau fasilitas di Banti sebelum pulangkan 1.800 warga
Baca juga: Pemkab Mimika koordinasi TNI-Polri kembalikan warga Banti


Sejauh ini, katanya, situasi keamanan di wilayah Banti hingga Opitawak cukup kondusif.

"Mudah-mudahan ke depan tetap aman dan tidak ada gangguan lagi," ujarnya Ipda Edison.

Warga yang akan kembali ke tiga kampung itu nantinya akan menempati kembali rumah-rumah mereka yang selama 10 bulan ditinggalkan saat mengungsi ke Timika.

Kondisi perumahan warga di tiga kampung itu, katanya, masih layak, tinggal dibersihkan setelah warga kembali ke kampung halamannya.

Sesuai data Pemerintah Distrik Tembagapura, warga Banti 1, Banti 2 dan Opitawak yang selama 10 bulan terakhir mengungsi di Timika sebanyak 2.075 jiwa.

Tokoh masyarakat Banti, Marthina Natkime mengatakan selama 10 bulan warganya mengungsi di Timika, sudah 25 orang yang meninggal dunia karena sakit.

Warga tiga kampung yang mengungsi ke Timika itu akan mengikuti pemeriksaan kesehatan tes antigen yang bertempat di Gereja Kingmi Mile 32, Distrik Kuala Kencana untuk memastikan mereka sehat dan tidak terpapar COVID-19.

"Kami terus berusaha untuk memulangkan masyarakat kembali ke kampung, namun ada aturan dan prosedur yang harus kita lakukan yaitu masyarakat harus terlebih dahulu mengikuti tes COVID untuk memastikan tidak ada yang terinfeksi virus. Ini demi kepentingan kita bersama, jadi masyarakat harus benar-benar sehat baru bisa kembali ke kampung," kata Wakil Bupati Mimika John Rettob saat menemui para pengungsi Waa-Banti dan Opitawak di Posko Pengungsi Banti di Kelurahan Kwamki Baru, Timika, Senin siang.
 

Pewarta : Evarianus Supar
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar