NW fokus untuk kemaslahatan umat dan pembangunan daerah

id NW,NTB,Nahdlatul Wathan

NW fokus untuk kemaslahatan umat dan pembangunan daerah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani. (ANTARA/NW).

Mataram (ANTARA) - Organisasi Islam Nahdlathul Wathan (NW) memfokuskan pada kemaslahatan umat dan pembangunan daerah pasca- keluarnya SK Kemenkumham RI yang mengacu pada putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung RI terkait sengketa organisasi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat itu.

"Selain ikut mendukung pembangunan daerah di NTB, terutama di bidang dakwah, pendidikan, ekonomi dan sosial kemasyarakatan, juga membantu program pemerintah pusat untuk kesejahteraan masyarakat," kata Ketua Umum Pengurus Besar NW (PBNW), Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan di Mataram, Kamis.

Ia menyerukan seluruh jajaran dan jamaah NW untuk bersinergi dan solid dalam empat sektor perjuangan NW tersebut.

"Sudah tidak ada lagi dualisme di dalam organisasi yang didirikan Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid ini, menyusul terbitnya SK Kemenkumham bernomor AHU 0001269.AH.0108 tertanggal 30 November 2020. NW ini hanya satu. Tidak ada lagi NW Anjani atau NW Pancor. Dualisme kita akhiri," katanya.

Syaikhuna Tuan Guru Bajang, panggilan akrabnya, juga meminta kepada semua pemerintah dari tingkat pusat sampai paling bawah harus taat pada keputusan hukum yang berlaku. Menjalankan regulasi bernegara yang sudah menjadi keputusan.

"Ayo bersama membangun negara kita. Berhenti membuat kegaduhan. Jalankan saja keputusan negara sebagai bentuk kita taat kepada pemimpin yang sah," katanya.

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan HAM menerbitkan SK terbaru untuk Perkumpulan Nahdlathul Wathan (NW) dan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) hasil Muktamar XIV di Mataram 2019.

SK bernomor AHU 0001269.AH.0108 diterbitkan mengacu pada putusan Mahkamah Agung dalam pemeriksaan Peninjauan Kembali nomor 278 pk/pdt/2020, tertanggal 15 Mei 2020 yang mengakui dan memperkuat legitimasi NW yang di pimpin Tuan Guru Bajang Muhammad Zainuddin Atsani.

TGB Atsani mengatakan, sudah saatnya jamaah NW bersatu dan kembali meraih kejayaannya seperti ketika dipimpin oleh Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid dulu.

Di masa pandemi COVID-19 saat ini, TGB Atsani juga meminta jajaran dan jamaah NW untuk bisa membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19. NW harus bisa menjadi teladan dan contoh baik bagi masyarakat NTB terkait penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan bermasyarakat sehari-hari.

"Meski saat ini pandemi COVID-19, aktivitas organisasi hendaknya tetap berjalan. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Jamaah NW juga harus menjadi teladan bagi masyarakat, kita semua berharap agar pandemi ini segera berlalu," katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum NW Muhammad Ihwan, SH mengatakan, terbitnya SK Kemenkumham untuk NW memastikan bahwa NW tetap satu, sekaligus menghilangkan dualisme selama ini.

Menurutnya, jamaah NW di tengah masyarakat tentu akan sangat mengapresiasi hal ini, untuk kemudian mengisi ruang-ruang kontribusi bagi kemaslahatan umat, pembangunan daerah dan juga pembangunan bangsa.

"Tentu semua ini merupakan proses panjang. NW bisa kembali satu dan bersinergi semuanya untuk kontribusi nyata dalam pembangunan," katanya.

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar