Kasus COVID-19 di Bangka Barat bertambah menjadi 239 orang

id cegah covid,ingat pesan ibu,vaksin untuk kita,satgas covid-19 bangka barat

Kasus COVID-19 di Bangka Barat bertambah menjadi 239 orang

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabuaten Bangka Barat M. Putra Kusuma. (ANTARA/Donatus Dasapurna)

Mentok, Babel (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan jumlah kasus warga yang terinfeksi virus corona jenis baru di daerah itu bertambah menjadi 239 orang.

"Dalam dua hari ini ada penambahan kasus satu orang pada Ahad (7/2) dan satu orang lagi pada Senin ini sehingga jumlah keseluruhan sejak pandemi berlangsung menjadi 239 orang," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangka Barat M. Putra Kusuma di Mentok, Senin.

Ia menjelaskan pada Ahad, terjadi penambahan satu orang yang positif COVID-19 berinisial nyonya EL (68) dari wilayah kerja Puskesmas Jebus, sedangkan pada hari ini ada penambahan kasus baru dari Mentok berinisial nyonya In (35).

Untuk penanganan dua pasien baru itu, nyonya EL menjalani isolasi di Wisma Karantina Pemkab Bangka Barat dan nyonya In masih dirawat di RSUD Sejiran Setason.

Baca juga: Satgas COVID-19 Bangka Barat evakuasi 11 pekerja Kapal Conoco

Baca juga: Tempat terbatas, Bangka Barat ajak RT/RW dampingi warga isolasi


"Dua pasien baru itu dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan pemeriksaan awal menggunakan tes cepat antigen," katanya.

Ia menjelaskan sampai saat ini jumlah pasien yang sudah sembuh sebanyak 226 orang setelah ada penambahan satu pasien dari Kecamatan Mentok yang dinyatakan sembuh pada hari ini, sedangkan jumlah warga yang diisolasi atau menjalani perawatan sebanyak sembilan orang, sedangkan jumlah kasus meninggal dunia empat orang.

Jumlah kasus di Bangka Barat termasuk rendah dibandingkan daerah lain, namun diharapkan masyarakat tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan meminimalkan mobilisasi.

"Mobil PCR masih mengalami kendala teknis sehingga kurang maksimal dalam mendukung pemeriksaan tes usap yang berdampak pada rendahnya temuan kasus. Untuk itu kami imbau warga untuk tetap patuh aturan kesehatan untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus," katanya.*

Baca juga: Sebanyak 183 pasien COVID-19 di Bangka Barat dinyatakan sembuh

Baca juga: Sampel melonjak, hasil usap Bangka Barat paling cepat 4 hari


Pewarta : Donatus Dasapurna Putranta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar