Aplikasi Dakwah MUI bantu sosialisasikan vaksin COVID-19

id MUI Sulsel,sosialisasi vaksin COVID-19,aplikasi Dakwah MUI

Aplikasi Dakwah MUI bantu sosialisasikan vaksin COVID-19

Ilustrasi aplikasi Dakwah MUI yang berisi berbagai macam informasi terkait pedoman atau konten dakwah. ANTARA Foto/ Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat hingga daerah memanfaatkan aplikasi dakwah MUI menyebarkan informasi sebagai upaya membantu pemerintah mensosialisasikan pentingnya vaksin untuk menangkal Corona virus deseases 2019 (COVID-19).

Ketua MUI Sulawesi Selatan Agh Sanusi Baco, LC di Makassar, Jumat, mengatakan pihak MUI yang sudah memiliki aplikasi Dakwah MUI yang dapat diakses melalui telepon seluler sejak 2019, kini digunakan juga untuk menyebarkan informasi pentingnya vaksin itu.

Aplikasi itu selain menginformasikan berbagai hal terkait persoalan dakwah sekaligus panduan praktis dalam berdakwah bagi para dai, juga di dalamnya terdapat daftar dai yang sudah tersertifikasi oleh MUI.

Dengan demikian, MUI yang merangkul para dai sudah mengimbau agar dalam memberikan ceramah atau tausyiah tidak lupa mensosialisasikan pentingnya vaksin sebagai salah satu upaya
untuk menekan kasus COVID-19.

Baca juga: Tokoh agama: COVID-19 bukan azab

Baca juga: Tokoh agama didorong jadi teladan jalankan protokol kesehatan


Hal itu dibenarkan salah seorang dai di Makassar Ustadz Arifuddin.

Menurut dia, MUI Makasar telah memandatkan kepada semua dai untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa penyakit itu harus dilawan dengan ikhtiar.

"Dengan berusaha atau ikhtiar kemudian berdoa untuk berserah diri kepada pencipta itulah yang dinamakan bertawakal," katanya.

Hal itu sejalan dengan ayat suci yang diturunkan Allah SWT bahwa nasib suatu kaum tak akan berubah kecuali kaum itu yang mengubahnya.

"Kami yang masuk dalam ikatan Dai se-Sulsel sudah sepakat dan akan bahu-membahu agar pandemi ini cepat berakhir. Salah satu caranya dengan membantu mensosialisasikan pentingnya vaksin tersebut," kata Arifuddin.

Baca juga: Tokoh agama: 8 bulan wabah COVID-19, masih ada masyarakat terima hoaks

Baca juga: Tokoh Agama : Vaksinasi merupakan kewajiban bukan pilihan


 

Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar