789 pasien COVID-19 gejala ringan di Garut isolasi mandiri

id Pemkab Garut, Garut, COVID-19, isolasi

789 pasien COVID-19 gejala ringan di Garut isolasi mandiri

Kepala Desa Sukasenang Iwan Ridwan meninjau daerahnya yang diberlakukan pembatasan sosial berskala mikro karena ada warga menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Kampung Kaum, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. ANTARA/Feri Purnama.

Garut, Jabar (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat mencatat 789 pasien terkonfirmasi positif virus corona dengan gejala ringan menjalani isolasi mandiri di rumah kemudian daerah sekitarnya diberlakukan pembatasan sosial berskala mikro.

"Konfirmasi positif 7.157 kasus, 789 kasus isolasi mandiri, 217 kasus isolasi di rumah sakit atau perawatan, 5.899 kasus sembuh dan 252 kasus meninggal," kata Humas Satgas Penanganan COVID-19 Garut Yeni Yunita di Garut, Minggu.

Baca juga: Bertambah lagi 97 orang, positif COVID-19 di Sumut naik 23.658 kasus

Ia menuturkan selama ini wabah COVID-19 masih terjadi, termasuk muncul kasus di klaster keluarga sehingga harus menjadi perhatian untuk selalu disiplin protokol kesehatan.

"Sangat penting dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri," katanya.

Pemkab Garut saat ini memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di tingkat RW jika di daerah itu ada warga terkonfirmasi positif COVID-19.

Baca juga: Satgas COVID-19 kembali tetapkan Pangkalpinang zona merah

Kepala Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi Iwan Ridwan mengatakan di daerahnya di Kampung Kaum ada lima orang terkonfirmasi positif COVID-19, selanjutnya daerah itu diberlakukan PSBM untuk menghindari penularan ke orang lain.

Selama ini, kata dia, warga yang terpapar COVID-19 itu kondisi kesehatannya sudah mulai membaik, meski begitu pihaknya tetap memberlakukan PSBM dengan menerjunkan kader kesehatan dibantu Satgas COVID-19.

Baca juga: Pasien COVID-19 di Babel bertambah 132 jadi 6.738 kasus

"Kita dari pemerintah desa sudah menerapkan PSBM, ada kader kesehatan yang bertugas untuk mengingatkan warga agar disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Ia menambahkan jajarannya terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah maupun berinteraksi dengan orang lain, kemudian rajin mencuci tangan pakai sabun untuk menjaga kebersihan diri.

Selanjutnya, kata dia, tidak boleh ada kerumunan orang, dan selalu menjaga jarak agar terhindar dari penularan wabah COVID-19 di daerahnya.

"Penerapan protokol kesehatan selalu kami ingatkan kepada masyarakat, karena ini penting untuk menghindari penularan," kata Iwan.

Pewarta : Feri Purnama
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar