Mentan: Ketersediaan 12 pangan strategis aman jelang puasa dan Lebaran

id mentan,pangan strategis,kebutuhan pokok,stok pangan,ketersediaan pangan,syahrul yasin limpo

Mentan: Ketersediaan 12 pangan strategis aman jelang puasa dan Lebaran

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) hadir dalam Rapat Kerja (Raker) perdana dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks DPR/MPR Senayan, Jakarta, Selasa. (Kementerian Pertanian)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Syahril Yasin Limpo menyebutkan ketersediaan 12 komoditas pangan pokok strategis nasional untuk menghadapi bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2021 dalam keadaan aman.

"12 komoditas yang ada aman dan dalam kendali penuh," kata Mentan Syahrul Yasin  Limpo dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian (Kementan), sebanyak 12 komoditas pangan tersebut adalah beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng.

Baca juga: Komisi IV DPR minta pemerintah benahi tata kelola ketersediaan pangan

Mentan menyebutkan ketersediaan pangan selama masa bulan puasa dan Lebaran merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian serius berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Presiden saat membuka Rakernas Kementerian Perdagangan pada 4 Maret lalu juga menekankan pentingnya stabilisasi dan jaminan harga beragam bahan pangan pokok.

"Kementan akan tetap berkomitmen menjagai ketersediaan pangan menjelang bulan Ramadan dan hari besar keagamaan Idul Fitri," kata Mentan Syahrul.

Baca juga: Bulog mengaku kesulitan salurkan beras bila harus impor lagi

Mentan juga mengemukakan untuk menjaga ketersediaan pangan, ada beberapa komoditas yang perlu didatangkan dari luar negeri seperti kedelai, bawang putih, daging sapi/kerbau, dan gula pasir.

Sebagaimana diwartakan anggota Komisi IV DPR RI Renny Astuti menginginkan Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi harus betul-betul melihat kondisi di lapangan karena pada saat ini diketahui terjadi penurunan harga gabah setelah ada informasi mengenai impor beras.

"Kami sangat menyesalkan pernyataan Mendag terkait impor beras," kata Renny Astuti dalam Raker tersebut.

Baca juga: Soal impor beras, Anggota DPR: Mendag harus lihat kondisi di lapangan

 

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar