FKUB imbau umat beragama di Sulteng tidak terpancing bom Makassar

id fkub sulteng,fkub,terorisme,mui palu

FKUB imbau umat beragama di Sulteng tidak terpancing bom Makassar

Ketua FKUB Provinsi Sulteng Prof Dr KH Zainal Abidin MAg bersama salah satu tokoh Bala Keselamatan. ANTARA/Muhammad Hajiji/am.

Palu (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau umat beragama di wilayah itu agar tidak terpancing dengan aksis teror berupa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Semua umat beragama, termasuk di wilayah Sulteng, untuk tetap tenang dan jangan terpancing oleh isu-isu dan info yang tidak bertanggung jawab terkait bom depan gereja katederal Makassar," kata Ketua FKUB Provinsi Sulteng Prof KH Zainal Abidin MAg, di Palu, Minggu.

Prof Zainal Abidin meminta kepada umat beragama di Sulteng untuk tetap menjaga keharmonisan, toleransi dan tetap melakukan kegiatan ibadah seperti biasanya.

Aksi teror yang dilakukan oleh kelompok tertentu dengan tindakan bunuh diri di depan Gereja Katedral
Makassar, tidak menyurutkan semangat umat beragama di Sulteng untuk saling menjaga dan melindungi satu dengan yang lain.

"Oleh karenanya persatuan dan persaudaraan serta kerukunan umat beragama harus tetap dijaga dan dipelihara sebagai modal utama dalam membangun bangsa," katanya.

FKUB Sulteng, kata Prof Zainal, sangat prihatin dan menyesalkan kejadian aksi teror yang dilakukan oleh
oknum tertentu di depan Gereja Katedral Makassar.

Sebab, katanya, aksi teror itu mengganggu kenyamanan dan keamanan dalam melaksanakan ibadah, bahkan bertentangan
dengan agama dan konstitusi negara.

"Agama tidak mengajarkan untuk meneror orang lain atau pemeluk lain, begitu juga negara ini. Negara ini
menjamin umat beragama untuk melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman. Oleh karenanya, aksi teror itu bertentangan dengan agama dan konstitusi negara," ucap Prof Zainal.

Ia menegaskan aksi teror berupa bom bunuh diri bukan bagian dari ajaran agama manapun, melainkan kesalahan oknum/orang karena keliru dalam memahami teks ajaran agamanya.

FKUB Sulteng berharap kepada aparat keamanan secepatnya menemukan dan mengejar siapa otak intelektual di balik aksi teror tersebut.

"Dan pihak keamanan di Sulteng, seperti Polda dan Polres se-Sulteng, untuk tetap melakukan koordinasi dan pengawasan di gereja menjelang dan pelaksanaan Jumat Agung," ujarnya.

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar