BP2MI rapat dengan Taiwan pastikan alasan penangguhan penempatan PMI

id bp2mi,tki,pekerja migran

BP2MI rapat dengan Taiwan pastikan alasan penangguhan penempatan PMI

Tangkapan layar ketika Kepala BP2MI Benny Rhamdani (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers virtual di Jakarta pada Kamis (8/4/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah melakukan pertemuan dengan pihak Taiwan untuk memastikan penghentian sementara penerimaan pekerja migran Indonesia (PMI) dikarenakan karena COVID-19.

"Hasil pertemuan antara BP2MI, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan pihak Taiwan  menghasilkan bahwa Taiwan secara tegas menyatakan bahwa penundaan sementara penempatan PMI ke Taiwan benar-benar karena alasan pandemi COVID-19," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam konferensi pers yang dipantau virtual dari Jakarta pada Kamis.

Benny menegaskan bahwa penjelasan itu penting bagi sekitar 6.000 calon PMI yang tertunda keberangkatannya sejak Taiwan menangguhkan penerimaan pekerja Indonesia yang dimulai pada Desember 2020.

Dalam pertemuan virtual tersebut perwakilan Indonesia dari Kementerian Ketenagakerjaan, BP2MI dan perwakilan dari kementerian/lembaga lain sementara dari Taiwan adalah Wakil Menteri Tenaga Kerja Taiwan dan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Taiwan serta Kamar Dagang Ekonomi dan Taiwan (TETO) Jakarta.

Baca juga: Pekerja migran dan praktik penipuan yang menyelimutinya

Baca juga: TETO: Taiwan masih tangguhkan penempatan pekerja migran karena pandemi


Keterangan resmi tersebut penting karena Benny melihat berbagai macam isu yang muncul di media sosial tentang hoaks perihal penundaan penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke wilayah kepulauan tersebut.

"Jadi karena COVID-19. Tidak mungkin pemerintah Indonesia dengan sengaja menunda penempatan pemberangkatan PMI ke Taiwan karena itu adalah hak setiap warga negara," kata Benny.

Sebelumnya, Taiwan menangguhkan penerimaan pekerja dari Indonesia sejak Desember 2020 setelah menemukan pekerja positif COVID-19 yang ditempatkan dalam masa adaptasi kebiasaan baru. Kementerian Ketenagakerjaan RI kemudian memeriksa 14 perusahaan penempatan yang diduga mengirim para pekerja tersebut.

Hasil supervisi tersebut telah disampaikan kepada Taiwan meski keputusan penangguhan penempatan pekerja Indonesia ke wilayah itu masih belum dicabut sampai saat ini.

Baca juga: Taiwan sebut larangan PMI tak politis, harap temui solusi dengan BP2MI

Baca juga: BP2MI: 85 pekerja migran Indonesia di Taiwan positif COVID-19

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar