Puluhan rumah warga OKU Sumsel rusak berat diterjang puting beliung

id Bencana alam, rumah warga rusak berat, angin puting beliung, peringatan BMKG, BPBD OKU

Puluhan rumah warga OKU Sumsel rusak berat diterjang puting beliung

Salah satu rumah warga Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU rusak berat diterjang angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu (17/4/2021) petang. ANTARA/Edo Purmana/am.

Baturaja (ANTARA) - Puluhan rumah warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan rusak berat akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu (17/04) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ulu (OKU), Amzar Kristopa didampingi Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), Gunalfi di Baturaja, Minggu mengatakan, titik lokasi bencana alam ini meliputi Desa Saung Naga, Tanjung Agung, Laya dan Desa Tanjung Baru.

Baca juga: 278 rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung

Baca juga: Puluhan rumah di dua kelurahan Belinyu diterjang puting beliung


Bencana alam yang disebabkan hujan deras disertai petir dan angin kencang ini berdampak pada 75 unit rumah warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Baturaja Barat dan Baturaja Timur mengalami rusak berat.

"Dinding dan atap rumah warga semi permanen banyak yang rusak diterjang puting beliung," katanya.

Selain rumah, angin puting beliung juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang hingga menutupi jalan dan memutus kabel listrik, kabel telepon, reklame dan atap rangka baja toko.

Puting beliung tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materi yang dialami masyarakat diprediksi mencapai sekitar Rp800 juta.

Dia mengemukakan saat ini pihaknya sudah menerjunkan personel dan menurunkan alat berat guna membersihkan jalur yang terdampak pohon tumbang.

BPBD OKU juga melakukan pemantauan cuaca BMKG 1x24 jam dan meneruskan peringatan dini kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana susulan.

"Untuk kondisi di lokasi bencana saat ini masih aman dan terkendali. Hanya satu akses jalan belum bisa dilalui kendaraan roda empat akibat tiang listrik patah," ujarnya.

Baca juga: Puting beliung hempaskan atap bangunan ke tanah di Aceh Singkil

Pewarta : Edo Purmana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar