Kasus COVID-19 capai rekor baru, Delhi kunci wilayah

id kasus harian COVID 19,India,New Delhi

Kasus COVID-19 capai rekor baru, Delhi kunci wilayah

Para petani mendengarkan seorang pembicara saat berunjuk rasa menentang UU pertanian di perbatasan Singhu dekat New Delhi, India, Sabtu (30/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi/AWW/djo.

New Delhi (ANTARA) - Wilayah ibu kota India, Delhi, memberlakukan penguncian selama enam hari mulai Senin malam karena kasus harian COVID-19 di seluruh negeri mencapai rekor baru, sementara sistem kesehatan juga kerepotan menangani beban infeksi baru.

Rumah-rumah sakit India sedang berjuang dengan kekurangan tempat tidur, oksigen, dan obat-obatan penting karena infeksi melewati angka 15 juta. Dengan angka itu, India menjadi negara  dengan kasus COVID kedua tertinggi setelah Amerika Serikat.

"Sistem kesehatan Delhi tidak dapat menerima lebih banyak pasien dalam jumlah besar," kata Kepala Menteri Arvind Kejriwal dalam jumpa pers virtual pada Senin.

"Jika penguncian tidak diterapkan sekarang, situasinya akan melampaui kendali," tutur Kejriwal, menegaskan.

Hanya kurang dari 100 tempat tidur perawatan kritis yang tersedia di New Delhi, kota yang berpenduduk lebih dari 20 juta orang, kata Kejriwal pada Minggu (18/4), ketika media sosial dibanjiri dengan keluhan.

Infeksi harian COVID-19 di India melonjak ke rekor 273.810 kasus pada Senin. Kematian naik rekor 1.619 menjadi 178.769 orang.

Delhi menambah deretan sekitar 13 negara bagian lain di seluruh negeri yang telah memutuskan untuk memberlakukan pembatasan melalui jam malam atau penguncian di kota mereka, termasuk negara bagian terkaya di India, Maharashtra, dan negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi di Gujarat. 

Di Gujarat, kota industri Ahmedabad juga bergulat dengan kekurangan tempat tidur.

Kritik telah meningkat atas bagaimana pemerintahan Modi telah menangani gelombang kedua pandemi India, dengan festival keagamaan dan rapat umum pemilihan dihadiri oleh ribuan orang.

Hingga Senin, India telah memberikan hampir 123,9 juta dosis vaksin -- terbanyak di dunia setelah AS dan China, meskipun peringkatnya jauh lebih rendah jika dilihat secara vaksinasi per kapita.

Sumber: Reuters

Baca juga: PM Inggris batalkan kunjungan ke India karena gelombang kedua COVID-19

Baca juga: Umat Hindu berkumpul di Sungai Gangga, India catat rekor kasus COVID

Baca juga: Kasus COVID-19 India melonjak, PM Modi luncurkan Festival Vaksinasi


 

Kebakaran besar di lokasi pembangunan Institut Serum India


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar