Lelang sukuk serap Rp7,36 triliun

id lelang sukuk,pembiayaan APBN

Lelang sukuk serap Rp7,36 triliun

Dokumentasi - Seorang pengunjung melintas di depan gerai agen Sukuk Negara Ritel Seri SR-001 saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (30/1/2008). FOTO ANTARA/Andika Wahyu/pd/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana Rp7,36 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp17,9 triliun.

Keterangan pers dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan hasil lelang sukuk ini belum memenuhi target indikatif Rp10 triliun.

Jumlah dimenangkan untuk seri SPNS07102021 sama dengan penawaran masuk sebesar Rp2,05 triliun serta imbal hasil rata-rata tertimbang 3,21667 persen.

Imbal hasil terendah untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 7 Oktober 2021 ini mencapai 3,2 persen dan tertinggi 3,27 persen.

Untuk seri PBS027, jumlah dimenangkan mencapai Rp3,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,81872 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2023 ini mencapai Rp5,83 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 4,74 persen dan tertinggi 5,02 persen.

Untuk seri PBS017, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,73786 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2025 ini mencapai Rp2,76 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,7 persen dan tertinggi 6,1 persen.

Untuk seri PBS004, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,015 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,67 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Februari 2037 ini mencapai Rp2,47 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,67 persen dan tertinggi 6,85 persen.

Untuk seri PBS028, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,15 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,23607 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2046 ini mencapai Rp2,69 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,16 persen dan tertinggi 7,5 persen.

Pemerintah tidak memenangkan lelang untuk seri PBS029, meski penawaran masuk mencapai Rp2,08 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,6 persen dan tertinggi 6,9 persen

Dengan hasil lelang ini, maka realisasi penerbitan sukuk negara hingga Januari-April 2021 telah mencapai Rp97,31 triliun.

Menurut rencana, pemerintah akan melakukan lelang sukuk tambahan (green shoe option), pada Rabu (21/4), untuk empat seri SBSN yaitu PBS027, PBS017, PBS004 dan PBS028, mengingat kecilnya penawaran yang dimenangkan pada lelang hari ini.

Baca juga: Lelang sukuk serap Rp7,34 triliun
Baca juga: Biayai APBN, pemerintah serap lelang sukuk tambahan Rp5,6 triliun

 

Pewarta : Satyagraha
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar