Setelah Liga Super Eropa, Klopp kritik format baru Liga Champions

id liga champions,juergen klopp,liverpool,uefa

Setelah Liga Super Eropa, Klopp kritik format baru Liga Champions

Manajer Liverpool Juergen Klopp (kiri) menyalami gelandang Real Madrid Casemiro setelah leg kedua perempat final Liga Champions yang berakhir imbang 0-0 di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (14/4/2021) waktu setempat, yang membuat Liverpool tersingkir dengan kekalahan agregat 1-3. ANTARA/REUTERS/David Klein.

Jakarta (ANTARA) - Manajer Liverpool Juergen Klopp mengaku lega setelah proyek Liga Super Eropa tampak batal menyusul mundurnya tim-tim pendiri, tetapi ia kini mengalihkan kritik terhadap format baru Liga Champions yang diumumkan UEFA mulai musim 2024/25.

Hanya selang sehari setelah 12 tim Eropa mengumumkan proyek Liga Super, pada Senin (19/4) UEFA meratifikasi kesepakatan penerapan format baru Liga Champions yang lebih kesohor dengan nama Swiss Model.

Perubahan paling mendasar adalah penambahan empat tim peserta dan penerapan liga tunggal, yang akan membuat tim-tim peserta Liga Champions pada 2024/25 bakal memainkan 10 pertandingan di fase grup ketimbang enam yang saat ini berlaku.

Baca juga: Mulai 2024, Liga Champions pakai format baru

"Jadi, ya, Liga Super Eropa tidak dibahas berlanjut, bagus, sangat bagus. Tapi format baru Liga Champions tidak membuat Anda berpikir 'Wah, hebat, apakah itu? Mari kita lakukan.'," kata Klopp dilansir laman resmi Liverpool, Jumat malam tadi.

"Mereka memperlihatkannya kepada saya, segalanya dan saya bilang 'Saya tidak menyukainya' sebab nanti ada 10 pertandingan dan bukan enam (di fase grup), saya tidak tahu di mana ada ruang untuk menempatkan jadwal.

"Mungkin UEFA akan meminta salah satu kompetisi piala di Inggris dibatalkan, atau membuat Liga Premier dikurangi jumlah timnya jadi 18 atau semacamnya," ujarnya menambahkan.

Kritik utama Klopp terhadap format baru Liga Champions adalah tidak adanya komunikasi dari UEFA kepada para pelaku sepak bola seperti pemain dan pelatih atau lebih jauh lagi para suporter, yang merupakan orang terpenting dalam jagad sepak bola.

Baca juga: Klopp berharap pemain tidak jadi sasaran kemarahan Liga Super Eropa
Baca juga: JPMorgan tak menyangka proposal Liga Super Eropa ditentang luas


Derasnya kritik yang datang dari kalangan pelatih baik di level klub maupun tim nasional juga menurut Klopp memperlihatkan ada sesuatu yang salah dengan format baru Liga Champions.

"Tapi, sekali lagi, UEFA tidak bertanya kepada kami, sama halnya dengan para pendiri Liga Super Eropa, tak satu pun yang bertanya kepada kami," kata Klopp.

"Semuanya selalu sama, 'Mainkan lebih banyak pertandingan.' Kami sudah berkali-kali mengatakan itu tidak mungkin. Dengan struktur yang ada sekarang, itu tidak mungkin. Anda tidak bisa main di liga berisi 20 tim, dua kompetisi piala, dan main 10 pertandingan internasional sebelum Natal.

"Hal-hal itu tidak mungkin. Tetapi, seperti saya bilang, kami tidak pernah diajak berunding, kami hanya diminta bekerja," pungkas Klopp.

Baca juga: Drama 50 jam Liga Super Eropa
Baca juga: Ketika sepak bola dieksploitasi hanya demi laba
Baca juga: Laporta akhirnya buka suara soal keterlibatan Barcelona di Liga Super

Baca juga: Tutup mulut soal Liga Super Eropa, Ronald Koeman justru kritik UEFA

Pewarta : Gilang Galiartha
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar