Jakpro sasar 368 pedagang Pasar Muara Karang untuk vaksinasi COVID-19

id Vaksinasi COVID-19,Jakpro,Vaksinasi pelaku usaha,Vaksinasi pelaku pasar,Pasar Muara Karang,Penjaringan,Jakarta Utara

Jakpro sasar 368 pedagang Pasar Muara Karang untuk vaksinasi COVID-19

Kegiatan vaksinasi di Pasar Muara Karang, Penjaringan, Jakarta Utara pada Jumat (7/5/2021) menggunakan vaksin AstraZeneca. (ANTARA/Abdu Faisal)

Jakarta (ANTARA) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI.Jakarta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyasar 368 pedagang untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 di Pasar Muara Karang, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat.

Kepala Divisi Manajemen Mutu, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (MMK3) Jakpro Dwi Budi Sulistiyana mengatakan pihaknya memiliki antusiasme terhadap percepatan vaksinasi di Indonesia, khususnya kepada para pelaku pasar yang menjadi garda depan untuk melayani dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Pelaku pasar di sini direncanakan vaksin itu 368 totalnya, rinciannya adalah 260 adalah tenant langsung, sisanya adalah karyawan. Jadi karyawan tenant itu dalam satu kios bisa ada dua, ada yang tiga, ada yang enggak ada karyawan berarti ditangani sendiri. Itu semua total direncanakan 368 orang ikut vaksin," kata Dwi Budi saat ditemui ANTARA di Pasar Muara Karang, Jakarta Utara, Jumat.

Dwi Budi mengatakan Jakpro juga ikut membantu (support) dalam penyediaan tim vaksinator (orang yang menyuntik vaksin). Anggota timnya terdiri atas tiga dokter, empat perawat dan 10 administrator (orang yang menginput data pasien yang sudah vaksin).

Ia menjelaskan bantuan Jakpro itu dalam bentuk komunikasi dengan para pemangku kebijakan terkait seperti Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan dr Dicky Alsadik dan Camat Penjaringan Depika Romadi.

"Jadi secara lapangan, (kegiatan vaksinasi) ini merupakan suatu kolaborasi atau kerja sama antara Jakpro, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Penjaringan dan Kepala Puskesmas di sini," ujar Dwi Budi.

Ia menambahkan, tujuan Jakpro melibatkan diri dalam kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat tersebut adalah untuk memastikan pedagang dan para pelaku Pasar Muara Karang memiliki kekebalan imunitas dalam kelompok (herd immunity).

"Sehingga dengan adanya kekebalan imunitas yang cukup, kami bisa menyatakan kepada publik bahwa membeli di Pasar Muara Karang ini aman karena kalau imunitasnya cukup, maka berarti dia tidak terpapar COVID-19. Kalaupun dia terpapar, imunitasnya akan melindungi dia (dari serangan virus SARS-COV-2)," kata Dwi Budi pula.

Baca juga: Jakpro gelar vaksinasi untuk 810 pegawai
Baca juga: Sebagian warga di 98 RW Jakpus mulai terima vaksin AstraZeneca


Kepala Satuan Pelaksana Usaha Kecil dan Menengah Puskesmas Kecamatan Penjaringan dr Mulia Suryandari mengatakan bahwa vaksin yang digunakan dalam kegiatan vaksinasi di Pasar Muara Karang adalah AstraZeneca.

"Jadi untuk Pasar Muara Karang kami memakai AstraZeneca. Karena per bulan Mei ini, kami mendapat instruksi dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk menyuntikkan vaksinnya AstraZeneca," kata Mulia.

Mulia menambahkan, sasaran vaksinasi dengan AstraZeneca itu adalah warga biasa (bukan lanjut usia) dengan rentang usia antara 18 sampai 59 tahun.

"Jadi di atas 59 (tahun), kami tidak menyuntikkan AstraZeneca-nya," ujar Mulia kepada ANTARA di Pasar Muara Karang, Jakarta Utara, Jumat.

Mulia menambahkan, jumlah vaksin yang tersedia untuk kegiatan pada Jumat ini adalah 37 vial. Untuk diketahui, 1 vial berisi dosis untuk penyuntikan 10 orang.
Kepala Divisi Manajemen Mutu, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (MMK3) Jakpro Dwi Budi Sulistiyana (kanan) bersama Kasatpel UKM Puskesmas Kecamatan Penjaringan dr Mulia Suryandari (kedua kiri) dan Kepala Pasar Muara Karang Eko Murdiyanto (tengah) berfoto bersama saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Pasar Muara Karang, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (7/5/2021). (ANTARA/ Abdu Faisal)

Sejak dimulai pukul 08.15 WIB hingga pukul 11.00 WIB atau sebelum Shalat Jumat sekitar 150 orang sudah mengikuti vaksinasi di Pasar Muara Karang.

Semuanya sudah mendapatkan layanan pravaksin seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kesehatan dan lain-lain.

Dari pelayanan pravaksin ditemukan tiga orang harus menunda pelaksanaan vaksin hari ini.

Mulia menjelaskan bahwa dua orang ditunda karena tekanan darahnya tinggi, serta 1 orang lagi ditunda karena memiliki kelainan darah (Thalasemia).

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar