Wali Kota Jayapura: Gangguan keamanan hambat masuknya investor

id Papua, jayapura

Wali Kota Jayapura: Gangguan keamanan hambat masuknya investor

Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano. (ANTARA/Evarukdijati)

Jayapura (ANTARA) - Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano mengakui gangguan keamanan yang disebabkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di beberapa daerah di Papua menjadi hambatan bagi masuknya investor.
 
Memang, lanjutnya  para pengusaha banyak yang ragu menanamkan modalnya di Papua akibat sering terjadinya aksi kekerasan.
 
"Kami juga sering ditanya para pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di Jayapura sering menanyakan apakah aman bila membangun di Papua, " aku dia  di Jayapura, Sabtu.
 
BTM mengakui, pemkot berupaya memberikan jaminan keamanan sehingga saat ini pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan.

Baca juga: Warga Ilaga beraktivitas kembali usai serangan KKB
 
Pemkot Jayapura senantiasa berupaya meyakinkan para investor agar mau menanamkan modalnya karena wilayah yang menjadi ibukota Provinsi Papua aman, sedangkan wilayah yang mengalami gangguan KKB letaknya jauh.
 
"Mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi terus berkembang dengan makin amannya Kota Jayapura, " harap BTM seraya mengajak seluruh masyarakat turut menjaga keamanan hingga pembangunan terus dilaksanakan.
 
Ketika ditanya tentang dana desa yang disalurkan ke KKB, BTM dengan tegas menyatakan hal itu tidak benar karena penggunaan dana tersebut untuk kesejahteraan masyarakat.
 
Apalagi dalam penggunaannya ada pendamping sehingga terarah dan benar-benar dirasakan masyarakat.
 
Untuk dana desa di Kota Jayapura sebagian besar digunakan membangun infrastruktur di kampung serta program lainnya yang sudah terlebih dahulu disusun bersama dan diketahui petugas pendamping dana desa, jelas Walkot BTM.

Pewarta : Evarukdijati
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar