Satpol PP tertibkan pedagang di trotoar dekat Stasiun Tanah Abang

id Penertiban pedagang trotoar, pasar tanah abang, stasiun tanah abang

Satpol PP tertibkan pedagang di trotoar dekat Stasiun Tanah Abang

Petugas Satpol PP Jakarta Pusat menertibkan pedagang bandel di trotoar seberang Stasiun Tanah Abang, Senin (10/5/2021). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Jakarta (ANTARA) - Satpol PP Jakarta Pusat menertibkan sejumlah pedagang di trotoar seberang Stasiun Tanah Abang karena mengganggu lalu lintas dan pejalan kaki.

Pantauan ANTARA di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, sejumlah petugas meminta para pedagang untuk pindah dari lokasi yang tidak sesuai peruntukannya itu sekitar pukul 11.00 WIB.

Pedagang aksesoris rambut yang enggan disebutkan namanya itu kemudian meluapkan kemarahannya kepada petugas.

Meski demikian, ia kemudian mengemas barang dagangannya dan berpindah dari trotoar.

Namun, bukannya menjauh dari trotoar tersebut, wanita tersebut kemudian kembali menggelar tikar untuk berjualan, hanya beberapa meter dari trotoar sebelumnya.

Petugas kemudian kembali meminta pedagang itu untuk mengemasi barang dagangannya.

Pedang yang berjualan di atas trotoar juga masih banyak ditemukan di sekitar lokasi itu tepatnya di Jalan Jati Baru 2.

Baca juga: Bus gratis di Stasiun Tanah Abang diminati warga di akhir pekan
Baca juga: 5 rute TransJakarta beroperasi di depan Stasiun Tanah Abang
Petugas Satpol PP Jakarta Pusat menertibkan pedagang bandel di trotoar seberang Stasiun Tanah Abang tepatnya di depan Jalan Jati Baru 2, Senin (10/5/2021). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Penertiban itu sempat membuat lalu lintas tersendat. Petugas dari Dinas Perhubungan Jakarta Pusat kemudian membantu mengatur arus lalu lintas.

Petugas Satpol PP kemudian meminta para pedagang untuk memberikan ruang bagi pejalan kaki dengan tidak menyerobot area trotoar.

Selain itu, juga menghindari kerumunan mengingat pengunjung di sekitar Pasar Tanah Abang semakin melonjak.

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar