Wali kota Bandung minta warga gelar Shalat Id di setiap RT

id Idulfitri,salat,pemkot bandung,RT,tersentralisasi

Wali kota Bandung minta warga gelar Shalat Id di setiap RT

Wali Kota Bandung menyampaikan hasil rapat terbatas di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung.

Bandung (ANTARA) - Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Oded M Danial meminta masyarakat untuk menggelar Shalat Idul Fitri dengan tidak  hanya di satu masjid, guna memecah jumlah jamaah.
 
"Pelaksanaan Shalat Id bisa dilaksanakan di setiap Rukun Tetangga (RT) di lingkungan masing-masing," kata Oded di Balai Kota Bandung, Senin.

Di Kota Bandung ada sekitar 4.000 masjid, kebiasaan sebelumnya Shalat Id dilaksanakan gabungan antara masjid-masjid di RW, seperti tiga atau empat masjid digabung jadi satu tempat pelaksanaan Shalat Idul Fitri.

Apabila pelaksanaan Shalat Id  disebar, maka jumlah jamaah bisa dibatasi dan menyebar hingga semakin maksimal pelaksanaan protokol kesehatan.
Baca juga: Muhammadiyah Surabaya siapkan 100 titik lokasi Shalat Idul Fitri
Baca juga: Kemenag Palembang sebut hanya 30 kelurahan boleh shalat id di masjid


"Kalau pendekatannya masjid bisa 4.000 titik, tapi kalau pendekatannya RT bisa 9.000, itu lebih terbatas dan terkendali, di RT masing-masing," katanya.

Untuk itu, ia telah menyampaikan kepada sejumlah aparat di kewilayahan agar meneruskan imabauan tersebut ke setiap RT di Kota Bandung.

Apabila salat Idulfitri dilaksanakan dengan membatasi jemaah hanya bisa diisi sebanyak 50 persen dari total kapasitas. Selain itu simulasi protokol kesehatan pun perlu dilakukan sebelum Idulfitri.

Selain itu, ia pun meminta kepada masyarakat agar meniadakan kegiatan takbiran keliling pada malam menjelang Idulfitri. Pada malam Idulfitri pun sejumlah ruas jalan raya di Kota Bandung akan dilakukan penutupan.

"Kemungkinan ruas jalan yang akan disekat itu akan ditambah, demi untuk menjaga pengendalian COVID-19," kata Oded.
Baca juga: Pakar sarankan Shalat Id langsung di bawah sinar matahari
 

Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar