Ombudsman temukan penerapan protokol kesehatan minim di ruang publik

id penerapan protokol kesehatan

Ombudsman temukan penerapan protokol kesehatan minim di ruang publik

Jamaah Tarekat Syattariyah melaksanakan shalat Idul Fitri di kawasan kompleks Makam Syekh Burhanuddin, Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (14/5/2021). ANTARA/Iggoy El Fitra.

Padang (ANTARA) - Hasil pemantauan Ombudsman perwakilan Sumatera Barat di tujuh kabupaten dan kota di Sumbar masih sedikit dijumpai pelaksanaan protokol kesehatan, terutama di ruang publik saat libur Lebaran.

"Dari pemantauan tujuh kabupaten dan kota ditemukan hanya 11 persen protokol kesehatan yang diterapkan di ruang publik, 22 persen tidak selalu diterapkan, dan sisanya 67 persen sama sekali tidak diterapkan di jalan, pasar, taman, tempat bermain, tempat makan dan lainnya," kata Kepala Ombudsman perwakilan Sumbar Yefri Heriani di Padang, Minggu.

Ia menyampaikan pengamatan dilakukan di Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Solok Selatan, dan Pasaman Barat.

Baca juga: Jawa Barat pantau penerapan protokol kesehatan di 108 tempat wisata

Pantauan cepat menggunakan metode observasi dan pengamatan langsung pada 12-14 Mei 2021.

Tidak hanya menemukan masih minimnya pelaksanaan protokol kesehatan pihaknya menemukan beberapa masjid dalam pelaksanaan Idul Fitri belum menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seperti penyediaan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer.

"Lalu tidak dilakukannya pengukuran suhu dengan thermogun , pengaturan jarak antar jamaah yang sulit dilakukan oleh pengurus dikarenakan banyaknya jumlah jamaah," kata dia.

Ombudsman juga menemukan kendaraan wisata (odong-odong) yang diisi dengan kapasitas penuh tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Polri pastikan destinasi wisata di Kota Batu terapkan prokes

Beberapa objek wisata berskala kecil di zona merah dan oranye masih dibuka dengan pengunjung yang berasal dari masyarakat sekitar, namun tidak untuk warga luar.

Dari pemantauan tujuh kabupaten kota tersebut ditemukan 85 persen pelaksanaan shalat Idul Fitri dilakukan di masjid, 14 persen dilakukan di lapangan terbuka, dan 1 persen dilakukan di rumah masing-masing.

Dari pemantauan juga ditemukan untuk perjalanan lintas kabupaten.kota, tidak satupun yang memiliki petugas untuk melakukan pengecekan terhadap penumpang.

"Artinya, tidak ada pengecekan yang dilakukan petugas terhadap kapasitas jumlah penumpang kendaraan untuk perjalanan lintas kabupaten/kota," kata dia.

Baca juga: Gubernur Sumbar ingatkan kepala daerah tegas dalam penerapan prokes

Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar