Program OSF bantu Rp900 juta kelola rajungan Indonesia berkelanjutan

id Rajungan indonesia, institut pertanian bogor, Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI),Hawis Madduppa

Program OSF bantu Rp900 juta kelola rajungan Indonesia berkelanjutan

Associate Professor Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan di IPB University, Dr Hawis Madduppa (empat dari kiri) bersama Ahli alat tangkap Balai Besar Penangkapan Ikan (BPPI) Semarang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ir Zarochman, M.Pi (paling kiri) bersama kelompok nelayan rajungan Jepara, Jateng, memasang "crab pot" untuk menampung rajungan bertelur yang tertangkap sebagai bagian Program Fisheries Improvement Program (FIP) yang dikembangkan APRI. (FOTO ANTARA/HO-dok.pribadi)

Bogor, Jabar (ANTARA) - Program perbaikan perikanan rajungan Indonesia yang berkelanjutan dalam upaya mendapatkan sertifikat ekolabel Marine Stewardship Council(MSC) mendapat bantuan pendanaan Program "Ocean Stewardship Fund (OSF)" dengan total pendanaan £49,353 atau kurang lebih sekitar Rp900 juta.

Associate Professor Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan di IPB University, Dr Hawis Madduppa di Kampus IPB Bogor, Jawa Barat, Senin menjelaskan bantuan program itu diberikan melalui Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI).

"Program pendanaan ini ini diharapkan mampu membantu perikanan rajungan di Pulau Madura, dan menjadikan upaya Indonesia memasuki penilaian 'MSC Full Assessment' pada September 2022," katanya.

Ia menjelaskan program yang sudah dijalankan selama bertahun-tahun oleh APRI sebagai pelaksana telah memasuki tahap "In-Transition to MSC Full Assessment", yang artinya sebuah langkah baru untuk membangun pengelolaan perikanan rajungan di Indonesia secara berkelanjutan.

"Program OSF dapat memberi kita kesempatan untuk terus memajukan kelestarian perikanan rajungan serta dapat bekerja sama dengan para ilmuwan untuk melakukan penelitian yang akan mendukung laut yang sehat," kata Hawis Madduppa, yang juga Direktur Eksekutif APRI.

Meski demikian, diakuinya bahwa dibutuhkan langkah yang tidak mudah untuk selangkah lagi menuju "MSC Full Assessment".

Ia menambahkan hingga saat ini perbaikan sebanyak 28 indikator juga mulai terlihat dengan tidak adanya skor di bawah <60.

"Dan langkah selanjutnya akan terus ditingkatkan," katanya.

Menurut dia pencapaian lainnya terkait Program OSF ini adalah dukungan dari pihak Institut Pertanian Bogor (IPB) yang senantiasa mendukung pengelolaan perikanan rajungan berkelanjutan bersama APRI.

Ia menambahkan mahasiswi IPB University, Anggini Fuji Astuti juga mendapatkan penghargaan, yang resmi dicantumkan di laman resmi MSC dengan topik penelitian "Identifikasi hasil Tangkapan Sampingan (bycatch) Menggunakan DNA".

Dalam melakukan penelitian itu, mahasiswa IPB tersebut bekerja sama dengan APRI

"Penelitian DNA di Indonesia masih cukup terbatas karena minimnya alat dan sampel," kata Anggini.

Karena itu, kata dia, dibutuhkan kerja sama dengan organisasi internasional seperti MSC yang dapat membantu menambah keahlian seputar data yang diperlukan untuk perikanan berkelanjutan, di mana OSF akan membantu memfasilitasi penelitian DNA.

Menurut Hawis Madduppa APRI akan terus berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan program perbaikan perikanan rajungan di Indonesia secara berkelanjutan itu.

Baca juga: Rajungan menuju sertifikasi global, memadukan konservasi-pemanfaatan

Baca juga: Konservasi rajungan Indonesia melalui GTK5

Baca juga: Asosiasi rajungan gencarkan Gerakan Kembalikan Sebelum 5 Menit

Baca juga: APRI bantu ketelusuran rantai pasok perikanan bagi nelayan rajungan


 

Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar