Muhadjir imbau masyarakat tak khawatir isu data BPJS Kesehatan bocor

id kebocoran data, BPJS Kesehatan, Menko PMK,aa

Muhadjir imbau masyarakat tak khawatir isu data BPJS Kesehatan bocor

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (kanan) saat berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terkait informasi kebocoran data di Jakarta, Senin (24/5/2021). ANTARA/HO-Kemenko PMK/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan isu kebocoran data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Gak usah khawatir, karena data itu belum tentu data yang sesungguhnya. Itu masih dalam penyidikan lebih lanjut," kata Muhadjir dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga: BPJS Kesehatan selidiki dugaan kebocoran data, perkuat sistem keamanan

Muhadjir mengatakan Kemenko PMK selaku kementerian koordinator yang membawahi BPJS Kesehatan langsung melakukan koordinasi dan klarifikasi dengan direksi BPJS Kesehatan.

"Masih ditelisik. Tidak akan berpengaruh terhadap kinerja dari BPJS Kesehatan," ujarnya.

Muhadjir memastikan bahwa saat ini hal tersebut masih dalam proses penyelidikan. Menurutnya, data-data yang dicurigai bocor dan dijual secara online itu juga belum tentu data yang sesungguhnya dimiliki oleh peserta BPJS Kesehatan.

Baca juga: BPJS Kesehatan-Kemhan teken kesepakatan pemutakhiran data peserta TNI

Baca juga: Menaker minta BPJS Kesehatan percepat integrasi data kepesertaan JKP


Ia pun menegaskan persoalan dugaan kebocoran data tidak akan berdampak kepada peserta BPJS Kesehatan, termasuk pelayanan.

"Pelayanannya aman semua," katanya.

Masyarakat Indonesia dikagetkan dengan isu kebocoran data yang diduga berasal dari laman BPJS Kesehatan. Berdasarkan informasi yang beredar, data penduduk yang bocor itu dijual di forum online 'Raid Forums' oleh seorang member dengan nama samaran Kotz.

Sementara itu, Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengklarifikasi kepada Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri).

Lebih lanjut, BPJS Kesehatan juga telah membentuk tim khusus yang akan bekerja untuk menangani dan mendalami terkait dugaan kebocoran data di lembaga pemerintah nonkementerian tersebut.

Baca juga: Polri dalami kemungkinan peretasan data BPJS Kesehatan

Baca juga: Pakar: BPJS perlu segera audit forensik digital terkait kebocoran data

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar