Pemkot bakal bikin wisata sejarah "Bandung Lautan Api" sambil gowes

id pariwisata bandung,pemkot bandung,wisata sejarah,bandung lautan api

Pemkot bakal bikin wisata sejarah "Bandung Lautan Api" sambil gowes

Ilustrasi: Warga bersepeda di Sarana Olahraga (SOR) Arcamanik, Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana menghadirkan program pariwisata bertema sejarah Bandung Lautan Api yang bisa dinikmati para wisatawan sambil menggunakan sepeda.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan wisata sejarah itu yakni dengan mengunjungi titik-titik Stilasi Bandung Lautan Api. Nantinya sepanjang jalur tersebut, kata dia, akan dibuat jalur sepeda.

"Hari ini Jumat bersepeda kunjungi beberapa titik yang punya nilai sejarah berkaitan dengan Peristiwa Bandung Lautan Api, ini betul-betul menjadi satu wisata sepeda," kata Yana di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Selain tema Bandung Lautan Api, menurutnya, masih banyak lokasi-lokasi di Bandung yang memiliki nilai sejarah, mulai dari Penjara Banceuy tempat Bung Karno dipenjara, Gedung Indonesia Menggugat, dan Rumah Ibu Inggit Garnasih.

Baca juga: Libur Lebaran usai, Bandung buka tempat wisata mulai 2 Juni

Maka dari itu, kata dia, titik-titik bersejarah yang memiliki nilai pariwisata itu perlu terus dipelihara oleh Pemkot Bandung. Sejauh ini ia memastikan akan memperbaiki apabila ada kerusakan pada titik-titik bersejarah itu.

"Kita pelihara sama-sama, mana yang harus diperbaiki mana saja. Prinsipnya pelihara supaya menarik," kata Yana.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan saat ini sejumlah jejak sejarah itu memang masih perlu diperbaiki, sehingga nilai substansi sejarah yang akan dikunjungi oleh para wisatawan nantinya tidak akan hilang.

"Saya sampaikan ke Disbudpar untuk mengkaji perjuangan Bandung Lautan Api menjadi muatan lokal yang harus diperkuat," kata Tedy.

Baca juga: Kemenperin dukung sepeda lokal asal Bandung ke kancah internasional

Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar