Yayasan Anak Laut Pulau Papua ajak warga Manokwari jaga laut

id Hari Laut Se Dunia 2021, Kabupaten Manokwari, Papua Barat

Yayasan Anak Laut Pulau Papua ajak warga Manokwari jaga laut

Yayasan Anak Laut Pulau Papua Manokwari kampanye hari laut 2021 di pesisir Teluk Sawaibu kabupaten Manokwari, Selasa (8/6/2021). (ANTARA/HANS ARNOLD KAPISA)

Manokwari (ANTARA) - Yayasan Anak Laut Pulau Papua (YALPP) Kabupaten Manokwari mengkampanyekan hari laut se dunia dengan mengelilingi pesisir pantai di Teluk Sawaibu Manokwari Barat menggunakan perahu mesin dan mengajak warga untuk menjaga laut.

Sekretaris YALPP Kabupaten Manokwari, Papua Barat Loesye E.Fainno, yang dihubungi Selasa malam, mengatakan kampanye itu dilakukan untuk memasyarakatkan hari laut sedunia kepada penduduk pesisir pantai di Teluk Sawaibu.

"Kami menebar spanduk dengan tulisan hari ini 8 Juni 2021 adalah hari laut sedunia. Mari jaga laut supaya laut juga menjaga kita," ujar Fainno.

Baca juga: Hari Laut Sedunia, Menko Luhut ajak semua pihak jaga laut

Menurutnya, Hari Laut Sedunia 2021 atau World Ocean Day diperingati pada 8 Juni untuk mengingatkan pentingnya lautan bagi kehidupan manusia.

"Kita ketahui bahwa 70 persen planet bumi ini ditutupi lautan, oleh karena itu laut adalah sumber kehidupan manusia, dan setiap organisme lain di bumi," katanya.

Dia mengakui, sebagian warga yang bermukim di pesisir pantai di daerah itu belum sepenuhnya mengetahui tentang hari laut se dunia dengan berbagai harapan yang termuat di dalam momen sejarah penyelamatan ekosistem akuatik dunia itu.

Ia mengatakan pula, dengan kampanye hari laut 2021 ini YALPP juga mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah ke laut, serta mengajak masyarakat agar ikut berperan dalam menjaga ekosistem laut untuk masa depan orang banyak.

"Selain berkampanye, kami juga membersihkan pantai dengan mengangkut sampah-sampah plastik yang terbawa arus laut," kata Fainno lagi.

Dia berharap Pemerintah daerah setempat harus punya sebuah regulasi sebagai panduan semua pihak agar ikut menjaga laut Manokwari dengan tidak membuang sampah ke laut ataupun menangkap ikan dengan bahan peledak atau zat kimia berbahaya.

"Kalau di darat ada Perda (peraturan daerah) larangan buang sampah, kami pun tantang Pemerintah untuk membuat Perda jaga laut dari sampah pula," kata Fainno. 

Baca juga: Menteri Trenggono ingin masyarakat galakkan restorasi karang-mangrove
Baca juga: Pakar: Terumbu karang di barat Indonesia alami tekanan sangat tinggi
Baca juga: Hari Laut, DFW: Perekonomian global tidak akan ada tanpa laut

Pewarta : Hans Arnold Kapisa
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar