Wall Street bersusah payah tambah keuntungan menutup minggu yang lesu

id Wall Street,indeks Dow,indeks S&P,indeks Nasdaq,saham meme,katalis pasar

Wall Street bersusah payah tambah keuntungan menutup minggu yang lesu

Wall Street (Reuters)

New York (ANTARA) - Wall Street sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan minggu yang lesu Jumat (Sabtu pagi WIB), ditandai dengan sedikit katalis penggerak pasar dan berlanjutnya kekhawatiran mengenai apakah lonjakan inflasi saat ini dapat bertahan serta menyebabkan Federal Reserve AS memperketat kebijakan dovish-nya lebih cepat dari yang diharapkan.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 13,36 poin atau 0,04 persen, menjadi menetap di 34.479,60 poin. Indeks S&P 500 terangkat 8,26 poin atau 0,19 persen, menjadi berakhir di 4.247,44 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 49,09 poin atau 0,35 persen, menjadi ditutup pada 14.069,42 poin.

Nasdaq naik paling banyak di antara tiga indeks utama, sementara penentu arah pasar S&P 500 hampir gagal menuju rekor penutupan tertinggi kedua berturut-turut. Untuk minggu ini, S&P dan Nasdaq naik dari penutupan Jumat lalu (4/6/2021), sementara Dow membukukan kerugian mingguan kecil.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor keuangan dan teknologi masing-masing terangkat 0,61 persen dan 0,56 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan tergelincir 0,73 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Indeks-indeks telah terjebak dalam kisaran sempit, dengan sedikit katalis untuk menggerakkan sentimen investor. Sebagian besar fokus berpusat pada data harga-harga konsumen pada Kamis (10/6/2021), yang meredakan kegelisahan selama durasi gelombang inflasi saat ini.

“Hari ini sunyi,” Oliver Pursche, wakil presiden senior di Wealthspire Advisors, di New York. "Musim panas akan segera tiba, orang-orang menyelinap keluar dari pekerjaan lebih awal dan tidak ada berita yang secara material akan mendorong pasar ke kedua arah."

"Jadi, investor akan menunggu sampai musim (laporan) laba."

Federal Reserve telah berulang kali mengatakan bahwa lonjakan harga jangka pendek tidak akan bermetastasis ke inflasi yang langgeng, sebuah pernyataan yang tercermin dalam laporan Sentimen Konsumen Universitas Michigan yang dirilis pada Jumat (11/6/2021), yang menunjukkan ekspektasi inflasi mereda dari lonjakan bulan lalu.

Investor sekarang mengalihkan perhatian mereka ke pernyataan Fed pada akhir pertemuan kebijakan moneter dua hari minggu depan, yang akan diuraikan untuk petunjuk mengenai jadwal bank sentral akan menaikkan suku bunga utama.

"Pandangan kami tetap bahwa data inflasi bersifat sementara dan kami akan berada di sekitar angka 2,0 persen untuk tahun ini," tambah Pursche.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan membukukan penurunan mingguan terbesar dalam hampir setahun, membebani sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga dalam beberapa sesi terakhir.

Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan AS (FDA) menghadapi kritik yang meningkat atas "percepatan persetujuan" obat Alzheimer Biogen Inc, Aduhelm tanpa bukti kuat kemampuannya untuk memerangi penyakit.

Saham Biogen berakhir anjlok 4,4 persen, sementara sektor kesehatan yang lebih luas turun 0,7 persen.

Sebagian besar volume perdagangan minggu ini disebabkan oleh fenomena "saham meme" yang didorong oleh media sosial yang sedang berlangsung. Tetapi pergerakan saham meme lebih diredam pada Jumat (11/6), dengan AMC Entertainment berkinerja lebih baik, melonjak 15,4 persen.

 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar