Pasar Tanah Abang Blok A-B-F tutup selama PPKM Darurat

id pasar tanah abang,tanah abang,ppkm darurat,pasar jaya

Pasar Tanah Abang Blok A-B-F tutup selama PPKM Darurat

Pengunjung memilih pakaian di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (19/5/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa

Jakarta (ANTARA) - Perumda Pasar Jaya menutup Pasar Tanah Abang Blok A, B dan F selama pemberlakuan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021.

Penutupan pasar juga dibenarkan oleh Hery Supriyatna dari pengelola Pasar Tanah Abang pada Jumat. Hery menjelaskan bahwa seluruh toko, baik Blok A, B dan F yang menjual barang garmen dan tekstil ditutup.

Namun demikian, Blok G yang di dalamnya terdapat pasar tradisional masih beroperasi karena termasuk kategori pasar yang memenuhi kebutuhan sehari-hari, sesuai panduan implementasi PPKM Darurat.

"Yang tidak ditutup Blok G karena ada pasar tradisional, pasar basah dan pasar kelontong," kata Hery.

Penutupan sementara ini telah disosialisasikan pada ribuan kios dan pedagang di Pasar Tanah Abang melalui spanduk informasi dan sosial media.

Baca juga: Pengaduan PHK meningkat 10 persen di Jakarta Pusat
Baca juga: APPBI DKI terpaksa PHK karyawan akibat PPKM Darurat


Pengelola selaku perwakilan dari pada pedagang di Pasar Tanah Abang berharap penutupan sementara ini hanya dilakukan selama PPKM Darurat atau hingga 20 Juli 2021 dan tidak diperpanjang.

Namun demikian, Hery mendukung kebijakan Pemerintah memberlakukan PPKM Darurat ini sehingga laju penyebaran virus di DKI Jakarta dapat ditekan.

"Kita berharap penutupan sampai tanggal 20 ini bisa memberikan kontribusi maksimal untuk menekan laju penyebaran virus. Sehingga setelah tanggal 20, semua sudah mulai melandai dan kembali normal lagi," kata dia.

Penutupan juga disampaikan oleh Perumda Pasar Jaya melalui akun instagram @perumdapasarjaya, Jumat.

"Seluruh pedagang dalam pengelolaan Pasar Grosir Tanah Abang Blok A, B dan F untuk sementara waktu ditutup," tulis PD Pasar Jaya dalam akun instagram resmi yang diunggah Jumat.

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar