Tim SAR evakuasi jenazah pencari kerang di Waduk Pusong

id Aceh,tim sar,pencari kerang,tenggelam,waduk,pusong,Lhokseumawe,Pemerintah Aceh,provinsi Aceh,Pemprov Aceh

Tim SAR evakuasi jenazah pencari kerang di Waduk Pusong

Tim SAR mengevakuasi jenazah pencari kerang yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Pusong, Kota Lhokseumawe, Selasa (6/7/2021). ANTARA/HO/Humas Basarnas Banda Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - Tim SAR menemukan dan mengevakuasi pencari kerang yang hilang setelah tenggelam di Waduk Pusong, Desa Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Basarnas Banda Aceh Budiono di Banda Aceh, Selasa, mengatakan korban Zulkifli (30), warga Desa Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

"Korban ditemukan meninggal dunia setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan penyelaman di titik korban dilaporkan tenggelam," kata Budiono.

Budiono mengatakan saat tim SAR menyelami titik tersebut, korban ditemukan tersangkut pada pintu waduk tersebut dalam keadaan meninggal dunia.

"Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans. Selain penyelaman, pencairan korban menggunakan empat perahu karet," kata Budiono.

Baca juga: Tim SAR gabungan evakuasi tujuh penumpang kapal mati mesin
Baca juga: SAR Kupang kerahkan 17 personel cari dua nelayan hilang di Sabu Raijua


Sebelumnya, Zulkifli, pencari kerang, dilaporkan hilang setelah tenggelam di Waduk Pusong. Warga sempat berupaya menolong korban, namun gagal. Korban hilang dan tidak terlihat lagi.

Budiono menyebutkan personel Unit Siaga SAR Bireuen menerima informasi korban hilang dari Ketua Satgas SAR Kota Lhokseumawe. Kemudian, Basarnas Banda Aceh memerintahkan personel Unit Siaga SAR Bireuen bergerak ke lokasi mencari korban.

"Pencarian juga melibatkan TNI AL, Polri, dan masyarakat," kata Budiono.

Baca juga: Tim SAR temukan 20 baju pelampung KMP Yunicee
Baca juga: Pelajar tenggelam di Pantai Aceh Besar ditemukan meninggal

 

Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar