BPPT terapkan modifikasi cuaca untuk cegah karhutla di Riau

id bppt, TMC, karhutla riau, cegah karhutla, modifikasi cuaca

BPPT terapkan modifikasi cuaca untuk cegah karhutla di Riau

Tim BPPT bersiap melakukan modifikasi cuaca di Riau. ANTARA/HO-BPPT.

Pekanbaru (ANTARA) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) kembali menerapkan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna menekan potensi kejadian bencana karhutla di Provinsi Riau sejak 3 Juli 2021 hingga 15 hari setelahnya.

Kepala BPPT Hammam Riza melalui pernyataannya yang diterima di Pekanbaru, Kamis, mengatakan penerapan iptek modifikasi cuaca dengan mengoptimalkan potensi curah hujan mampu berkontribusi mencegah kebakaran hutan dan lahan.

"Teknologi Modifikasi Cuaca dapat menjadi salah satu bagian dari solusi permanen dalam pengendalian karhutla di masa depan," kata dia.

Dalam dua tahun terakhir melalui Inpres RI Nomor 3 Tahun 2020, kegiatan TMC diarahkan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"BPPT diamanahkan dalam aturan tersebut melaksanakan tugas TMC. BPPT merupakan satu-satunya institusi yang mampu melaksanakan TMC dan merupakan bagian dari keunikan BPPT sebagai lembaga kaji terap teknologi yang dikuatkan oleh UU Sisnas Iptek sebagai penyelenggara iptek" kata dia.

Baca juga: Kegiatan modifikasi cuaca di Sumatera Selatan-Jambi segera berakhir

Oleh karena itu, dalam proses kelembagaannya BPPT terus mengupayakan berbagai layanan teknologi agar berkelanjutan dan semakin diperkuat dalam konteks integrasi riset dan inovasi secara nasional.

BPPT memiliki independensi dalam mengoperasikan TMC melalui unit teknologi yang dimilikinya dan akan terus berinovasi memberikan kemanfaatan penerapan TMC yang lebih besar serta berkontribusi dalam fokus teknologi lainnya.

Pada pelaksanaan Operasi TMC yang memasuki hari ke- 4 di Riau, sudah mampu menghasilkan volume air hujan yang signifikan.

Hujan yang terjadi, menurut Hammam, mampu mempertahankan TMAT (Tinggi Muka Air Tanah) lahan gambut dan meredam munculnya titik panas.

"Dapat dipantau dari jumlah 'hotspot' (titik panas) nol dengan tingkat kepercayaan lebih 80 persen selama kegiatan TMC berlangsung," katanya.

Baca juga: BPPT : Teknologi Modifikasi Cuaca masih efektif cegah karhutla
Baca juga: Delegasi Rumania dan Gubernur Kalteng bahas teknologi modifikasi cuaca
Baca juga: BPPT lakukan rekayasa cuaca tingkatkan tinggi muka air Danau Toba

Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar