ACT targetkan dapat penuhi 2.000 layanan Telemedicine di masa PPKM

id ACT,Aksi cepat Tanggap,COVID-19 Medical Careline Services

ACT targetkan dapat penuhi 2.000 layanan Telemedicine di masa PPKM

Tangkapan layar Presiden ACT Ibnu Khajar dalam peluncuran program Operasi Pangan Gratis Kamis (8/7/2021). ANTARA/Asep Firmansyah

Jakarta (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menargetkan dapat memenuhi 1.000 hingga 2.000 layanan konsultasi kesehatan secara gratis (Telemedicine) di masa pelaksanaan PPKM Darurat Jawa dan Bali lewat program COVID-19 Medical Careline Services.

"COVID-19 Medical Careline Services untuk masyarakat di Jabodetabek bisa menelepon kami secara gratis, konsultasi dengan dokter secara gratis, dan kami akan antar obat-obatan se-Jabodetabek," ujar Presiden ACT Ibnu Khajar dalam peluncuran program Operasi Pangan Gratis yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis.

Program COVID-19 Medical Careline Services yang baru diresmikan Selasa (6/7) kemarin itu merupakan layanan konsultasi melalui sambungan telpon yang akan membantu kebutuhan pasien COVID-19 yang belum tertangani maupun yang tengah menjalani isolasi mandiri.

Sejak peluncurannya, ACT sudah melayani sedikitnya 500 konsultasi kesehatan termasuk mengirimkan obat-obatan. Selain konsultasi dengan relawan tenaga medis yang tersedia, penelpon juga akan mendapatkan obat, kebutuhan pangan bahkan antarjemput ambulans sesuai dengan hasil konsultasi dokter.

"Alhamdulillah sudah berjalan, sudah 500 orang menelpon kami dan sudah kami layani. Kami hari ini akan menambah sekitar 50-100 line untuk membuktikan setidaknya 1.000 hingga 2.000 orang bisa dilayani," kata dia.

Dengan adanya layanan konsultasi daring ini, masyarakat tidak perlu keluar rumah atau berkunjung ke dokter untuk meminimalisir risiko penularan virus yang lebih luas.

Baca juga: Daftar 11 telemedisin gratis dan layanan yang disediakan
Baca juga: Pemerintah sediakan 11 jasa telemedicine gratis bagi pasien isoman


Ia menjelaskan, program ini juga akan memudahkan masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan harus menjalani isolasi mandiri di bawah kontrol tenaga kesehatan. Dengan demikian, dapat meminimalisir risiko penurunan kondisi pasien.

"Jika kondisi kesehatan pasien memburuk dan harus ditangani secara langsung, maka tim ambulans ACT akan menjemput dan merujuknya ke pelayanan kesehatan terdekat," kata dia.

Untuk saat ini, layanan antar pasien dan obat-obatan melalui Telemedicine ACT baru diperuntukkan bagi pasien di wilayah Jabodetabek. ACT akan meluaskan layanan terutama di Jawa dan Bali seiring pelaksanaan PPKM Darurat.

Masyarakat yang ingin mengakses layanan Telemedicine dapat menghubungi nomor 021-2940-165 atau 08001165228.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengatakan hari ini bukan hanya bangsa Indonesia yang sedang bersedih, tetapi seluruh penduduk bumi. Untuk itu, kehadiran COVID-19 MCS-ACT saat ini sangat tepat dan patut diapresiasi.

“MUI memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Allah SWT menjadikan ujian ini sebagai bagian dari ikhtiar kita agar derajat kita terus diangkat menjadi lebih tinggi,” kata Amirsyah.

Baca juga: ACT Purwokerto bantu keluarga prasejahtera jalani isolasi mandiri
Baca juga: ACT luncurkan operasi pangan gratis bagi pekerja terdampak PPKM
Baca juga: Remaja masjid Ciracas gandeng ACT bantu warga terdampak COVID-19

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar