Menteri Teten: Generasi muda diharapkan jadi pencipta lapangan kerja

id Menteri Koperasi dan UKM,Teten Masduki,generasi milenial,UMKM go digital,wirausaha pertanian,Institut Pertanian Bogor,UU Cipta Kerja

Menteri Teten: Generasi muda diharapkan jadi pencipta lapangan kerja

Arsip foto - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melihat salah satu produk UKM saat berdialog dengan pelaku usaha di The Hallway Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/4/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengharapkan anak-anak muda kaum milenial dapat menjadi pencipta lapangan kerja dengan menjadi wirausaha baru.

“Anak-anak muda diharapkan dapat menjadi pencipta lapangan pekerjaan dengan menjadi entrepreneur baru,” kata Teten dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Teten mengatakan masa depan Indonesia akan ditentukan oleh pemikiran visioner dari anak-anak muda kaum milenial. Total generasi milenial, generasi z, dan post generasi z akan tumbuh sebanyak 64,69 persen atau setara dengan 174,79 juta orang pada 2024 mendatang.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan bonus demografi dalam upaya pemerintah untuk menjadikan sasaran pembangunan kewirausahaan untuk membawa Indonesia menjadi negara maju pada 2030 hingga 2045.

Generasi muda diminta ikut terlibat menggarap pertanian dan pangan sebagai sektor tumpuan masa depan. Wirausaha muda di sektor pangan adalah agenda besar yang dipersiapkan pemerintah.

"Harus ada inovasi teknologi dalam skala ekonomi dan agregasi, serta sesuai target dan standardisasi pasar tujuan. Hal tersebut dapat membuka peluang wirausaha baru, berkelanjutan, dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Teten.

Lebih lanjut dia mengungkapkan meski 99,6 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM, namun tingkat produktivitasnya masih rendah baik dari sisi penerapan teknologi maupun dalam pengelolaan bisnis.

Pemerintah sedang mempersiapkan UMKM masa depan atau the future small and midsize enterprises (Future SMEs) yang go digital baik dari sisi manufaktur ataupun teknologi rekayasa. Apabila tidak, maka UMKM akan terpendam karena hanya memanfaatkan keripik, akik, dan dodol sebagai core bisnis usaha.

Teten menambahkan bahwa pihaknya akan merubah pola pendekatan kewirausahaan yang sebelumnya melalui sistem birokrasi menjadi pendekatan inkubasi bisnis.

"Saat ini UMKM hadir tanpa desain. Ke depan, kami akan mendesain inkubasi bisnis di Indonesia agar lebih baik lagi,"

Pemerintah akan meningkatkan rasio kewirausahaan yang sekarang masih rendah berkisar 3,7 persen menjadi 4,0 persen. Hal tersebut merupakan salah satu syarat agar Indonesia dapat menjadi negara maju.

Selain itu, pemerintah sedang menyusun Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional, sekaligus turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021. Instrumen itu akan menjadi panduan kolaborasi 31 kementerian dan lembaga untuk meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia.

Menurut Teten, rencana aksi itu akan mendukung pencapaian target 1,5 juta wirausaha muda mapan dengan inovasi, teknologi, berkelanjutan, dan membuka seluas-luasnya lapangan kerja.

Pemerintah punya agenda besar untuk menyiapkan wirausaha muda di sektor pangan melalui upaya kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“IPB memiliki kekuatan pertanian dan pangan secara luas. Di sinilah sektor unggulan kita," pungkas Teten.

Baca juga: Menteri Teten harap HBDI 2021 jadi momentum kebangkitan industri ritel
Baca juga: Mendag prediksi ekonomi digital RI tumbuh delapan kali lipat pada 2030
Baca juga: Menteri Teten nilai program PEN mampu jaga UMKM di tengah pandemi

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar