Polisi dalami keterlibatan pemilik gudang dugaan penimbunan oksigen

id polda kalbar,tabung oksigen,Penimbunan oksigen

Polisi dalami keterlibatan pemilik gudang dugaan penimbunan oksigen

Ilustrasi pengisian tabung oksigen di suatu perusahaan. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Pontianak (ANTARA) - Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Donny Charles Go, menyatakan, saat ini mereka sedang mendalami pemilik gudang dan toko atas keterlibatan dugaan penimbunan sebanyak 553 tabung oksigen di Kabupaten Sanggau.

"Saat ini tim kami terus memeriksa keterlibatan pemilik gudang dan toko atas kepemilikan atau penimbunan sebanyak 553 tabung oksigen," kata Go, di Pontianak, Rabu malam.

Sebelumnya, Satgas Pengawas Oksigen Polda Kalimantan Barat, Selasa 20 Juli sekitar pukul 13.40 WIB menyita sebanyak 553 tabung oksigen di dua lokasi berbeda di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Baca juga: Polisi minta masyarakat laporkan penimbun tabung oksigen

"Tim Satgas Pengawas Oksigen menemukan sebanyak 497 tabung oksigen di suatu gudang, dan 56 tabung di toko bangunan. Kemudian setelah diperiksa sebanyak 273 tabung berisi oksigen, dan sisanya 280 tabung kondisi kosong," ungkapnya.

Dia menambahkan, guna menunjang kebutuhan rumah sakit maka sebanyak 273 tabung oksigen telah kami salurkan ke rumah sakit yang berada di wilayah Kabupaten Sanggau.

Baca juga: Polda Jambi bentuk satgas antisipasi penimbunan obat dan oksigen

Dalam kesempatan itu, Kabid Humas Polda Kalimantan Barat mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan kalau melihat atau mendengar ada aktivitas mencurigakan, termasuk kasus penyimpanan atau penimbunan oksigen.

"Karena saat ini masyarakat sedang membutuhkan oksigen, sehingga siapa saja yang melakukan penimbunan untuk mencari keuntungan pribadi, maka akan disanksi hukum, sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Baca juga: Polri tindak tegas pelaku penimbunan obat dan tabung oksigen

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengatakan, untuk mengatasi keterbatasan dan ketersediaan oksigen di daerah, khususnya untuk kebutuhan rumah sakit, pihaknya sedang mengupayakan mendapatkan pasokan dari Batam di Kepulauan Riau, dan Sarawak di Malaysia.

"Oksigen memang terbatas, dari lima pemasok hanya dua yang bisa didatangkan dari Jakarta, kami sudah upayakan dari Batam dan sedang lobi dengan Sarawak," katanya.

Baca juga: Kapolda Jateng ancam tindak tegas penimbun obat dan oksigen
 

Pewarta : Andilala
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar