SAR Pontianak fokus pencarian di perairan Natuna

id sar,pontianak,pencarian nelayan tenggelam,perairan kalbar

SAR Pontianak fokus pencarian di perairan Natuna

Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian nelayan korban dampak cuaca buruk pekan lalu, dan menemukan "bangkai" KM yang tenggelam di perairan Kalbar. ANTARA/HO.

Pontianak (ANTARA) - Tim SAR (Search and Rescue) atau Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Kalimantan Barat, memfokuskan pencarian puluhan nelayan tenggelam dampak cuaca buruk di perairan Laut Natuna.

"Hari ini kami memfokuskan pencarian di perairan Natuna," kata Kepala Kantor SAR Pontianak, Kalbar, Yopi Haryadi di Pontianak, Jumat.

Dia menjelaskan, hingga hari terakhir, setelah dilakukan penambahan tiga hari untuk pencarian, Tim SAR Gabungan masih belum menemukan korban tenggelam, baik dalam keadaan selamat maupun sebaliknya, sehingga datanya belum ada perubahan.

"Kami berharap, di hari ini ada menemukan korban tenggelam itu, dan tentunya kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan pencarian," ujarnya.

Data sementara Posko SAR Gabungan di Pontianak mencatat, hingga saat ini total anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban kecelakaan, yakni sebanyak 138 orang, sebanyak 83 orang selamat, 31 orang masih dalam pencarian, dan 24 orang ditemukan meninggal dengan total kapal motor yang tenggelam sebanyak 18 unit di perairan Kalbar pada 13 Juli 2021.

Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Pontianak Yopi Haryadi mengatakan, pihaknya memutuskan memperpanjang selama tiga hari atau sampai Jumat untuk pencarian terhadap nelayan korban KM tenggelam di beberapa lokasi perairan Kalbar, yakni Muara Jungkat, Kubu, Pemangkat dan Lemukutan.

Menurut dia, keputusan diperpanjangnya pencarian para korban itu juga didukung oleh semua instansi atau Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam pencarian para korban tenggelam tersebut.

Baca juga: Tim SAR Gabungan lakukan penyelaman cari nelayan tenggelam di Kalbar
Baca juga: SAR Gabungan kembali evakuasi dua jenazah korban kapal tenggelam

 

Pewarta : Andilala
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar