Luhut dorong optimalisasi isolasi terpusat untuk pasien risiko tinggi

id luhut binsar pandjaitan, testing dan tracing, isolasi terpusat, pasien berisiko tinggi, isolasi pasien covid, penanganan covid, obat, oksigen, kapasit

Luhut dorong optimalisasi isolasi terpusat untuk pasien risiko tinggi

Petugas menyiapkan peralatan kesehatan untuk pasien COVID-19 di RSPJ Ekstensi Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/7/2021). RSPJ Ekstensi yang dikhususkan untuk pasien dengan gejala berat hingga kritis tersebut menempati Gedung Utama Arafah di Asrama Haji Pondok Gede yang memiliki fasilitas pelayanan mulai dari ruang IGD dengan 24 tempat tidur ICU dan enam tempat tidur non ICU, hingga ruang rawat di lantai 2,3 dan 4 yang menyediakan 16 tempat tidur HCU dan 104 tempat tidur ICU. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mendorong optimalisasi isolasi terpusat di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, kota maupun di provinsi bagi pasien-pasien berisiko tinggi.

Selain untuk pasien berisiko tinggi, isolasi terpusat juga perlu diutamakan bagi mereka yang serumah dengan ibu hamil, orang tua, dan orang dengan komorbid.

Baca juga: Pakar sebut vaksin kurangi risiko gejala berat hingga kematian

"Hal ini penting untuk mencegah penularan dan risiko kematian, terutama kepada orang tua dan orang komorbid karena hasil temuan kami, kematian yang meninggal pada akhir-akhir ini banyak mengenai orang-orang komorbid dan yang belum divaksin," katanya dalam konferensi pers virtual mengenai evaluasi dan penerapan PPKM di Jakarta, Minggu.

Luhut juga mengatakan pemerintah akan akan memasifkan program vaksinasi pada Juli hingga September mendatang.

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu juga terus mengingatkan agar semua aturan yang diberlakukan dalam PPKM harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sesuai instruksi dari Presiden Jokowi, kegiatan testing dan tracing juga akan ditingkatkan secara masif yang akan dimulai di 7 wilayah aglomerasi di Jawa dan Bali. Kegiatan tracing (pelacakan) akan dikoordinir oleh TNI bekerjasama dengan Polri, dan puskesmas-puskesmas di masing-masing wilayah. Untuk testing tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Baca juga: Pasien COVID-19 RSUD Tamiang Layang-Kalteng dominan bergejala berat

"Saya pikir semua tim sudah siap untuk melaksanakan, kami sudah melakukan berjenjang dan persiapan-persiapan ini saya pikir sudah maksimal. Tinggal besok eksekusinya kita lihat," katanya.

Luhut menilai ketersediaan oksigen dan obat kini mulai bisa ditangani pemerintah dengan baik.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah menyiapkan lebih dari 40 ribu tempat tidur untuk mengantisipasi peningkatan testing, tracing dan treatment.

Baca juga: Kemenkes: Tak ada laporan KIPI vaksin COVID-19 gejala berat

"Jadi kerja sama semua pemda, TNI, Polri juga sejalan sampai ASN. Kami coba untuk sentuh semua lini bahwa ini adalah kerjaan kita bersama-sama. Ini bukan pekerjaan mudah tapi bersama kita bisa," pungkas Luhut.
 

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar