Menag fungsikan penyuluh agama untuk kampanye 5M hingga level desa

id 5M,kampanye 5m,masker,Kemenag,Yaqut Cholil Qoumas

Menag fungsikan penyuluh agama untuk kampanye 5M hingga level desa

Ilustrasi - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas seusai meninjau Asrama Haji Pondok Gede yang akan digunakan untuk menangani pasien COVID-19, Senin (5/7/2021). ANTARA/HO-Kemenag/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memfungsikan ribuan penyuluh agama yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mengampanyekan 5M; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, hingga level desa.

"Ada sekitar 50 ribu penyuluh. Mereka (penyuluh) dapat difungsikan sebagai duta kampanye penerapan protokol kesehatan," ujar Menag dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Yaqut mengatakan, para penyuluh ini bertugas memberikan edukasi serta pentingnya prokes, apalagi saat ini muncul varian virus Delta yang dapat menular lebih cepat ketimbang varian awal.

Menerjunkan para penyuluh ini juga sebagai lanjutan setelah sebelumnya mereka ditugaskan untuk menyosialisasikan panduan pelaksanaan ibadah Idul Adha dan kurban.

Nantinya, selain edukasi mengenai pentingnya prokes, para penyuluh juga akan menggandeng tokoh agama setempat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat soal vaksinasi.

"Para penyuluh agama hingga ke tingkat desa, untuk bersinergi dengan tokoh agama dan masyarakat mengenai disiplin 5M dan vaksinasi," kata Menag.

Baca juga: Pengamat UI: Hadapi pandemi dibutuhkan kerja sama harmonis umaro-ulama
Baca juga: Ulama diminta edukasi masyarakat agar pahami kebijakan hadapi pandemi


Bahkan untuk memperkuat sosialisasi 5M ini, Menag kembali menerbitkan Surat Edaran Nomor 20/2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan 5M dan Pembatasan Kegiatan Peribadatan/Keagamaan di Tempat Ibadah Pada Masa PPKM Level 3 dan Level 4 COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali serta Masa Perpanjangan PPKM Mikro.

"Edaran terbit sebagai ikhtiar lanjutan dalam sosialisasi protokol kesehatan 5M secara lebih ketat dan pengaturan kegiatan peribadatan/keagamaan di tempat ibadah yang berada di wilayah PPKM Level 3 dan 4, serta PPKM Mikro," kata dia.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berharap pelibatan penyuluh dan tokoh agama dapat membuat masyarakat semakin melek akan pentingnya disiplin prokes dan vaksinasi.

"Para penyuluh agama hingga ke tingkat desa, untuk bersinergi dengan tokoh agama dan masyarakat mengenai disiplin 5M. Dengan salah satunya menggunakan masker. Penggunaan masker ini terbukti menahan laju penyebaran kasus COVID-19," kata Luhut beberapa waktu lalu.

Baca juga: Wapres ajak ulama jaga umat dari disinformasi COVID-19
Baca juga: Ulama Aceh serukan ASN baca Yaasin agar pandemi COVID-19 berakhir
Baca juga: MUI ingatkan optimalkan protokol kesehatan pada pelaksanaan Idul Adha

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar