IWD nilai pandemi atau tidak Jokowi pemimpin tepat bagi Indonesia

id Presiden Jokowi,kepemimpinan jokowi,Jokowi COVID-19

IWD nilai pandemi atau tidak Jokowi pemimpin tepat bagi Indonesia

Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers terkait perkembangan penanganan dan masa perpanjangan PPKM Darurat hingga 25 juli yang disampaikan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 20 Juli 2021. ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/aa.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Indonesia Watch for Democracy (IWD) Endang Tirtana menilai ada atau tidaknya pandemi COVID-19 Presiden Joko Widodo masih merupakan pemimpin yang tepat bagi Indonesia.

"Membayangkan kepemimpinan Jokowi tanpa pandemi dan kepemimpinan Jokowi di kala pandemi, menurut saya sampai hari ini Jokowi yang terbaik bagi Indonesia," kata Endang melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Pengamat sebut Pemerintahan Jokowi masih kuat didukung banyak pihak

Jokowi, katanya, merupakan pemimpin yang memulai karir dari kepala daerah hingga akhirnya menjadi presiden. Oleh sebab itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dinilainya paham mengenai pengelolaan anggaran dan menetapkan skala prioritas pembangunan.

Sebelum pandemi COVID-19, ia menilai Jokowi berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 11,3 persen menjadi 9,4 persen. Selain itu, tingkat pengangguran di Indonesia juga turun dari 5,7 persen menjadi lima persen.

"Sekarang kita tahu Jokowi dihadapkan dengan persoalan pandemi yang sebenarnya belum ada satu pun negara di dunia yang berhasil pulih," ujarnya.

Baca juga: Survei: Tingkat kepuasan milenial terhadap Jokowi 80,9 persen

Ia menyayangkan adanya upaya dari sekelompok orang yang mengkritik dengan tujuan membuat kepercayaan terhadap pemerintah menurun. Seharusnya, hal itu tidak dilakukan di masa pandemi.

"Harusnya seluruh elemen masyarakat bersatu dan gotong royong agar Indonesia segera pulih dan bebas dari pandemi," ujarnya.

Menurut dia, pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh salah satu tokoh partai yang menyebutkan Indonesia dalam ancaman negara gagal, dan meminta MPR melakukan sidang terhadap Jokowi justru akan menyulut emosi publik dan mengganggu upaya penanganan COVID-19.

Baca juga: Survei IndEX: Tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi 81,2 persen

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar