Sepekan, harapan Presiden terhadap ASN hingga rekrutmen CASN

id Politik sepekan,Presiden Joko Widodo,Jokowi,ASN,DPR RI,Bansos,Manfud MD

Sepekan, harapan Presiden terhadap ASN hingga rekrutmen CASN

Ilustrasi - Peserta mengantre untuk memasuki ruang seleksi ujian SKD dalam penerimaan CPNS 2020 di Gedung BKPSDM Aceh, Banda Aceh, Jumat (14/2/2020). ANTARA/Khalis.

Jakarta (ANTARA) - Berita politik sepekan yang terjadi pada Senin-Sabtu (26-31 Juli) namun masih menarik untuk disimak, mulai dari harapan Presiden Joko Widodo terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga rekrutmen calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021 sebanyak 4.030.090 orang pelamar.

Berikut rangkuman berita selengkapnya.

1. Presiden: ASN bukan pejabat yang justru minta dilayani

Presiden Joko Widodo menyebut Aparatur Sipil Negara (ASN) bukanlah pejabat yang dilayani malah sebaliknya harus melayani masyarakat.

"ASN bukan pejabat yang justru minta dilayani, yang bergaya seperti pejabat zaman kolonial dulu, itu tidak boleh lagi, bukan zamannya lagi," kata Presiden Joko Widodo dalam kanal Youtube pada Selasa (27/7).

Selengkapnya di sini:

2. Mahfud MD: Pemerintah akan terus awasi penyaluran bansos

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, pemerintah akan terus mengawasi penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada rakyat.

Selengkapnya di sini:

3. PDIP melaporkan perusakan sejumlah baliho Puan Maharani di Surabaya

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangam (PDIP) melaporkan perusakan sejumlah baliho bergambar Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada delapan titik di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Selengkapnya di sini:

4.Pelamar CASN Tahun 2021 sebanyak 4.030.090 orang

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) telah ditutup pada Senin (26/7) malam dan terdapat 4.030.090 orang pelamar.

Selengkapnya di sini:

5. Ketua DPR minta pemda segera bayar insentif bagi nakes

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah daerah segera membayarkan dan menyalurkan insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang berjuang dalam penanganan pandemi COVID-19.

Selengkapnya di sini:


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar