Lima rumah di Bandarlampung rusak diterjang puting beliung

id COVID-19,BPBD,Puting beliung,Bandarlampung,Angin puting beliung.,Lima rumah di Bandarlampung rusak,Lima rumah rusak diterjang puting beliung

Lima rumah di Bandarlampung rusak diterjang puting beliung

Personel BPBD sedang melakukan pembersihan terhadap pohon tumbang yang menimpa pagar rumah warga akibat diterjang angin puting beliung. Kamis,(5/8/2021). (ANTARA/BPBD Bandarlampung)

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung menyebutkan terdapat lima rumah milik warga di Kecamatan Panjang yang rusak akibat diterjang oleh angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (4/8) malam.

"Lokasi angin puting beliung ada di Kelurahan Karang Maritim. Lima rumah rusak ringan dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut," kata Kabid Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Kota Bandarlampung, Sutarno, Kamis.

Baca juga: 30 rumah di Tangerang rusak diterjang angin puting beliung

Ia juga mengatakan, selain merusak lima rumah warga, bencana puting beliung itu juga menumbangkan sebuah pohon beringin hutan berdiameter kurang lebih 600 cm yang menimpa pagar milik warga.

"Total kerugian belum bisa kami taksir. Saat ini tim sedang mengevakuasi atau membersihkan pohon tumbang itu. Untuk tim yang diterjunkan ada 30 orang," kata dia.

Baca juga: BMKG sebut fenomena di Jeneponto adalah 'water spout'

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatilogi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Lampung, Raden Eko, meminta masyarakat mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.

"Perubahan cuaca yang cerah panas dan terik tiba-tiba menjadi dingin dan gelap patut diwaspadai karena ini berpotensi akan adanya kejadian angin kencang atau puting beliung serta hujan lebat," kata dia.

Baca juga: Puluhan rumah di Martapura Barat rusak diterjang puting beliung

Dia pun menyebutkan bahwa dilihat dari fenomena yang terjadi di Panjang hal tersebut merupakan merupakan waterspout atau puting beliung yang memiliki karakteristik seperti kejadiannya bersifat lokal dan terjadi dalam periode waktu yang singkat dan umumnya sekitar kurang lebih 10 menit.

Kemudian, lanjut dia, pristiwa angin puting beliung biasannya lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari, hanya muncul dari sistem awan Cumulonimbus (CB), tetapi tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena waterspout.

"Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama dalam waktu yang dekat," kata dia.

Baca juga: Puting beliung merusak 20 rumah warga di Aceh Timur

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar