Kasus naik, sembilan kecamatan di Nunukan-Kaltara zona merah COVID-19

id Satgas COVID-19, Nunukan,zona merah, sembilan kecamatan,kaltara

Kasus naik, sembilan kecamatan di Nunukan-Kaltara zona merah COVID-19

Penumpang KM THalia dari Sulsel dan sekitarnya yang baru tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara diperiksa ketat surat-surat tes swab dan vaksin oleh petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Senin (2/8/2021). (FOTO ANTARA/dok)

Nunukan, Kaltara (ANTARA) - Kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus meningkat hingga 4 Agustus 2021, yang sudah mencapai 3.912 orang dengan sembilan kecamatan telah berstatus zona merah.

Data yang diperoleh dari Satgas Penanganan COVID-19 Nunukan, Kamis, di Nunukan menyebutkan kesembilan kecamatan tersebut adalah Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik, Sebatik Barat, Sebatik Utara, Sebatik Tengah dan Sebatik Timur, Tulin Onsoi dan Kecamatan Sebuku.

Bupati Nunukan sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Hj Asmin Laura Hafid  menyebutkan hingga 4 Agustus 2021 jumlah kasus positif yang masih dirawat sebanyak 1.426 orang, 2.416 sudah sembuh dan 70 meninggal dunia.

Sedangkan untuk kasus positif per 4 Agustus 2021 sebanyak 159 orang, 78 yang sembuh dan sembilan pasien yang meninggal dunia.

Sedangkan dua kecamatan yang berstatus zona orange yakni Sembakung Atulai dan Lumbis. Kemudian zona kuning ada tujuh kecamatan yaitu Sembakung, Seimenggaris, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan, Krayan, Krayan Barat dan Krayan Timur.

Selanjutnya, sisa tiga kecamatan yang berstatus zona hijau yaitu Lumbis Hulu, Krayan Tengah dan Krayan Selatan. Sejak sepekan terakhir, kasus positif cukup tinggi dalam sehari.

Baca juga: Bupati Nunukan minta jalur ilegal diperketat cegah masuknya virus baru

Baca juga: Kodim 0911/Nunukan siapkan personil jaga jenazah COVID-19 di RS

Baca juga: Tambah 30 positif baru, COVID-19 di Nunukan-Kaltara naik 1.341 kasus

Baca juga: Satgas: 202 pekerja perusahaan di Nunukan-Kaltara positif COVID-19

Pewarta : Rusman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar