Rekomendasi tontonan untuk isi libur tanggal merah

id Vivo,Minamata,Rurouni kenshin the beginning,Bad batch,Marvel what if,Words bubble,Rekomendasi film

Rekomendasi tontonan untuk isi libur tanggal merah

Film "Vivo" (ANTARA/Sony Pictures Animation)

Jakarta (ANTARA) - Libur tanggal merah kali ini, masyarakat masih dihimbau tetap berada di rumah. Untuk menikmatinya, Anda bisa melakukan beberapa hal yang menyenangkan salah satunya adalah menyaksikan film dan serial.

Agustus ini, terdapat beberapa film baru dan lama yang bisa disaksikan melalui platform streaming digital. Film-film tersebut pun memiliki genre yang beragam, bisa disaksikan sendiri dan seru untuk ditonton bersama keluarga.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi film untuk mengisi mengisi libur tanggal merah.

Baca juga: Lin-Manuel Miranda dan Gloria Estefan debut untuk lagu asli "Vivo"

"Vivo"

Film animasi ini sangat cocok untuk dinikmati bersama keluarga. Ceritanya mengikuti seekor kinkajou bernama Vivo (Lin-Manuel Miranda) yang menghabiskan kesehariannya bermain musik di alun-alun yang ramai dan padat bersama sang pemilik tercinta, Andrés (Juan de Marcos).

Walaupun tidak memiliki bahasa yang sama, keduanya tetap menciptakan duet yang sempurna berkat kecintaan mereka terhadap musik.

Pada suatu hari, Andrés menerima surat dari seorang penyanyi terkenal bernama Marta Sandoval (Gloria Estefan) yang berharap dapat bertemu kembali dengannya dan mengundang Andrés ke konser perpisahannya.

Namun ketika sebuah tragedi terjadi, Vivo menjadi satu-satunya harapan dalam menyampaikan pesan Andrés yang belum pernah diutarakannya selama ini, yaitu surat cinta untuk Marta berupa lagu yang telah ditulisnya sejak lama. Demi menemukan Marta, Vivo pun membutuhkan bantuan seorang remaja penuh energi bernama Gabi (Ynairaly Simo) agar dapat memenuhi keinginan pemiliknya.

"Vivo" dapat disaksikan melalui platform Netflix.
 
Film "Words Bubble Up Like Soda Pop" (ANTARA/Netflix)


Baca juga: Animasi petualangan musikal "Vivo" tayang 6 Agustus

"Words Bubble Up Like Soda Pop"

Film animasi yang tayang di Netflix ini bercerita tentang Cherry (Somegoro Ichikawa) merupakan seorang laki-laki yang lebih memilih untuk mengenakan headphone dan mencurahkan isi hatinya ke dalam Haiku, sebuah puisi Jepang.

Sedangkan Smile (Hana Sugisaki) lebih memilih untuk menggunakan masker karena malu menggunakan kawat gigi. Keduanya tanpa sengaja bertemu dan akhirnya sering menghabiskan waktu bersama.

Perasaan suka pun bersemi di antara mereka. Lantaran keduanya introver, akankah Smile dan Cherry mengungkap isi hati masing-masing?

Film ini merupakan garapan Kyohei Ishiguro, yang fokus ceritanya tentang rasa tidak percaya diri untuk menunjukkan sesuatu pada dunia luar.

"Rurouni Kenshin: The Beginning"

Untuk penggemar "Samurai X", film ini wajib ditonton. "Rurouni Khensin: The Beginning" akan menceritakan masa lalu Kenshin Himura dan Yukhisiro Tomoe, serta awal mula kenshin bisa mendapatkan tanda silang pada pipi kirinya.

Kenshin yang dulunya seorang pembunuh menakutkan, mulai berubah menjadi lembut saat bertemu dengan Tomoe Yukishiro.

Tanpa disadari, Tomoe adalah calon istri dari seseorang yang pernah dibunuh oleh Kenshin dan membuat pipinya mendapat satu garis luka.

Tomoe pun ingin membalas dendam atas perbuatannya tersebut. Dengan menikahi Kenshin. Namun, perasaan itu berubah menjadi cinta.

Film ini dibintangi oleh Takeru Satoh sebagai Kenshin dan Kasumi Arimura sebagai Tomoe. "Rurouni Khensin: The Beginning" dapat disaksikan melalui Netflix.

Baca juga: Dua film terakhir "Rurouni Kenshin" pecahkan rekor box office Jepang

"La La Land"

Meski "La La Land" merupakan film rilisan tahun 2016, namun ceritanya tak lekang oleh waktu dan selalu menarik untuk disaksikan kembali.

Film yang dibintangi oleh Ryan Gosling dan Emma Stone ini bercerita tentang Mia Dolan yang sangat ingin menjadi aktris. Mia sering gagal saat audisi, tetapi masih sering tetap berlatih sembari menjadi barista di sebuah studio.

Sementara itu, Sebastian yang merupakan pianis musik jazz, merasa galau karena harus menjamu tamu dengan permintaan musik pop ketimbang jazz di kafe tempatnya bekerja.

Suatu hari Mia dan Sebastian bertemu. Mia kala itu akan mengikutui audisi. Dia pun berlatih di dalam mobil, namun latihannya mengganggu pengemudi lain, yakni Sebastian.

Pertemuan awal memang terlihat kurang bagus, namun keduanya bertemu lagi di kafe tempat kerja Sebastian. Setelah berkali-kali bertemu, keduanya memiliki rasa simpati yang menuntun mereka untuk memiliki hubungan lebih serius.

Karena "La La Land" merupakan film musikal, tentu sepanjang penayangan akan dipenuhi musik dan tarian. Film ini dapat disaksikan di Netflix.

Baca juga: Matt Reeves dan J.J. Abrams kolaborasi buat serial animasi "Batman"

Baca juga: Daftar proyek film yang disiapkan Visinema Pictures

Baca juga: Festival Film Cannes mundurkan jadwal perilisan daftar seleksi film

Film "Minamata" (ANTARA/KlikFilm)

Baca juga: Film Johnny Depp "Minamata" tayang streaming Agustus

"Minamata"

Film ini tayang perdana pada Festival Film Berlin 2020. Film yang diangkat dari buku berjudul sama karya Aileen Mioko Smith dan Eugene Smith itu, menceritakan tentang seorang fotographer bernama Eugene Smith (Johnny Depp) yang mendapat tawaran proyek besar dari seorang pimpinan majalah Life bernama Robert Hayes (Bill Nighy) untuk meliput situasi yang terjadi di Jepang.

Smith akhirnya pergi ke Kota Minamata yang ternyata sedang dilanda kasus pencemaran merkuri. Smith akhirnya memutuskan untuk mengungkap kasus tersebut dengan mengabadikan setiap momen yang ada di Minamata.

Dalam menjalankan tugasnya, Smith harus berhadapan dengan sebuah perusahaan kimia besar bernama Chisso yang diduga menjadi dalang utama di balik kasus ini. Berhasilkah Smith memperlihatkan kondisi Minamata ke dunia luar? "Minamata" dapat disaksikan melalui KlikFilm.

"The Weight Of Gold"

Film yang tayang di KlikFilm ini, disutradarai oleh Brett Rapkin. Film tersebut mengangkat isu kesehatan mental para atlet olimpiade.

Banyak yang tidak mengetahui bagaimana mental para atlet yang ikut berlomba dalam ajang olahraga ini. Film ini menghadirkan wawancara dari atlet-atlet yang pernah berlomba di Olimpiade seperti Michael Phelps, Jeremy Bloom, Lolo Jones, Gracie Gold, Bode Miller, Shaun White, Sasha Cohen, David Boudia, dan Katie Uhlaender.

 
Serial "Marvel Studios What If" (ANTARA/Marvel Studios)


"Marvel Studios What If"

Ini merupakan salah satu serial terbaru dari Marvel Studios yang tayang mulai hari ini di Disney+ Hotstar. Serial animasi ini menceritakan kembali peristiwa epik dari Marvel Cinematic Universe (MCU) melalui sudut pandang yang berbeda.

"What If" mengangkat karakter lain dari MCU sebagai pahlawan, berbeda dari kisah yang ditampilkan dalam sederet film-film MCU selama ini. Sejumlah bintang MCU menyumbangkan suara untuk mengisi suara karakter.

Serial anthology ini diadaptasi dari komik bertajuk serupa. Semua karakter Marvel yang ditampilkan merupakan animasi karya Stephan Franck.

Kisah serial ini berawal dari serial Loki di mana Loki terjebak dalam The Void bersama Loki lainnya dan melakukan tindakan berisiko yang membuka jalan menuju ke mutiversal war.

Episode pertama What If...? akan fokus pada Peggy Carter yang mendapatkan serum super dan membuatnya menjadi Captain Carter. Dalam MCU yang selama ini dikenal, serum tersebut diberikan pada Steve Rogers dan membuatnya menjadi Captain America.

"Star Wars: The Bad Batch"

Serial ini akan memasuki episode final pada Jumat. Bagi yang belum sempat menyaksikannya, Anda bisa melakukan marathon di hari libur ini.

"The Bad Batch" mengambil latar belakang pasca meledaknya Perang Klon. Saat itu, pasukan klon elit Clone Force 99 menjadi salah satu pihak yang memiliki peranan penting.

Mereka sengaja dirancang dan dikembangkan untuk mengamankan Galactic Republic dari serangan musuh. Namun, di tengah proses pengembangan ini, terdapat beberapa klon yang memiliki kelainan mutasi genetik.

Hunter, Wrecker, Tech, Crosshair, dan Echo menjadi sebagian kecil dari pasukan elit Clone Force 99 yang kemudian menyandang julukan the Bad Batch. Dalam empat episode pertamanya, Star Wars: The Bad Batch akan menghadirkan kisah asal-usul terbentuknya tim ini.

Serial ini dapat disaksikan melalui Disney+ Hotstar.

Baca juga: "Star Wars: The Bad Batch" akan berlanjut di musim kedua

Baca juga: Disney rilis bocoran hotel bertema "Star Wars"

Pewarta : Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar