ACT luncurkan aplikasi Indonesia Dermawan 2.0 fasilitasi para penderma

id ACT,indonesia dermawan,Zakat

ACT luncurkan aplikasi Indonesia Dermawan 2.0 fasilitasi para penderma

CEO Indonesia Dermawan yang juga relawan ACT Wahyu Ramadhan Wijanarko saat peluncuran aplikasi Indonesia Dermawan 2.0, Selasa (17/8/2021). ANTARA/HO-ACT.

Jakarta (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan aplikasi Indonesia Dermawan 2.0 yang bertepatan dengan HUT ke-76 Republik Indonesia, dengan tujuan untuk memfasilitasi para penderma dalam mengagungkan aksi-aksi sosial.

"Indonesia Dermawan 2.0 menjadi solusi penyelamatan kehidupan bangsa. Melalui aneka ragam aksi kedermawanan, kita bisa mengambil langkah nyata untuk mengisi kemerdekaan saat ini," ujar CEO Indonesia Dermawan yang juga relawan ACT Wahyu Ramadhan Wijanarko dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Wahyu mengatakan Indonesia Dermawan dicetuskan sebagai gerakan menghadirkan kedermawanan dalam setiap denyut nadi masyarakat Indonesia. Kini, setelah bergerak selama dua tahun, Indonesia Dermawan bertransformasi menjadi platform berbasis web dan aplikasi agar mudah diakses.

Pada momen kemerdekaan Indonesia ini, kata dia, Indonesia Dermawan 2.0 menjadi sebuah wadah yang harus dijaga dan diisi dengan aksi kedermawanan. Sebab, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum merdeka dari belenggu permasalahan sosial.

Permasalahan-permasalahan itu seperti kemiskinan, hingga kesulitan mendapat akses ke fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan yang layak.

"Masih banyak masyarakat yang sangat butuh uluran kedermawanan kita. Terutama saat pandemi ini merebak. Banyak orang-orang mengalami PHK. Banyak juga para pelaku UMKM yang mengibarkan bendera putih. Mereka tak lagi kuat menanggung permasalahan dan kerugian selama pandemi. Saatnya Indonesia Dermawan 2.0 menjadi solusi penyelamatan kehidupan bangsa," kata dia.

Ia menjelaskan dalam aplikasi Indonesia Dermawan 2.0 ini memiliki berbagai kategori pemenuhan kebutuhan aksi kedermawanan, mulai dari wakaf, zakat, pangan, hingga bantuan untuk korban bencana alam.

Saat ini, Indonesia Dermawan memiliki 8.882 campaign yang terbagi dalam belasan kategori. Dalam dua tahun terakhir, ada lebih dari 1,2 juta transaksi di Indonesia Dermawan. Tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, ada juga kategori untuk membantu mereka yang dilanda krisis kemanusiaan di negara lain.

Aplikasi Indonesia Dermawan juga memiliki berbagai metode yang dapat dipilih para penderma untuk setiap sedekahnya. Nantinya, dalam aplikasi tersebut juga dapat mengetahui informasi terkini mengenai implementasi berbagai program kemanusiaan yang telah dijalankan.

Baca juga: Indonesia negara paling dermawan di dunia menurut CAF
Baca juga: Kedermawanan Indonesia diyakini mampu atasi resesi ekonomi


Melalui aplikasi ini, Wahyu menjelaskan, hanya bermodalkan 30 detik, penderma bisa berdonasi. Ketika sudah login, tanpa mengetik satu huruf pun, penderma hanya tinggal menyentuh pilihan yang tersedia, maka sedekahnya sudah bisa tersalurkan.

Mereka yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya hanya perlu membuat akun dan memilih kategori pada program yang ingin dibantu.

"Jejaring Indonesia Dermawan sama kuatnya dengan jejaring ACT. Ada ratusan cabang. Ada puluhan koordinator di berbagai negara, dan relawan di setiap kota. Donasi yang masuk hari ini, Insya Allah bisa diimplementasikan hari itu juga," kata dia.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia Dermawan bukan hanya medium penghimpun donasi. Namun juga mengumpulkan dan mengimplementasikannya secara langsung, karena data centernya terintegrasi dengan ACT, Global Zakat, Global Wakaf, dan Global Qurban.

"Sahabat Dermawan pengguna Android, saat ini sekarang juga sudah bisa mengunduh aplikasi Indonesia Dermawan di Playstore," kata dia.

Baca juga: Indonesia Dermawan bantu pengobatan penyakit kelainan anus Sidik
Baca juga: Gerakan Indonesia Dermawan diyakini dapat entaskan kemiskinan
Baca juga: ACT kampanyekan Gerakan Nasional Indonesia Dermawan

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar