Dosen UI dorong eksplorasi luas tentang aplikasi penginderaan jauh

id penginderaan jauh,dosen UI,Universitas Indonesia

Dosen UI dorong eksplorasi luas tentang aplikasi penginderaan jauh

Dosen Departemen Geografi Universitas Indonesia (UI) Masita Dwi Mandini Manessa berbicara dalam webinar dengan tema Peran serta Wanita dalam Teknologi dan Inovasi Penginderaan Jauh di Jakarta, Jumat (3/9/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Dosen Departemen Geografi Universitas Indonesia (UI) Masita Dwi Mandini Manessa mendorong putera-puteri bangsa Indonesia untuk mengeksplorasi lebih luas terkait aplikasi penginderaan jauh untuk pemanfaatan yang lebih signifikan dan luas bagi Tanah Air dan kemajuan ilmu pengetahuan.

"Banyak yang bisa kita eksplor lebih jauh terkait penginderaan jauh, masih banyak hal untuk kita kembangkan bareng-bareng, mengembangkan diri, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan pasar, kebutuhan masyarakat terkait teknologi penginderaan jauh juga ke depan," kata Masita dalam webinar dengan tema Peran serta Wanita dalam Teknologi dan Inovasi Penginderaan Jauh di Jakarta, Jumat.

Setelah lulus S1 dari Universitas Gadjah Mada, Masita bekerja sebagai honorer di Bali, dan baru pada saat itu dia mulai belajar banyak tentang aplikasi penginderaan jauh untuk kelautan.

"Penginderaan jauh merupakan salah satu bidang kepakaran yang saya tidak pernah sesalkan karena merasa menikmati melakukan penelitian penginderaan jauh," tutur lulusan S2 dari Universitas Udayana itu.

Baca juga: Menteri: penginderaan jauh bagi kepentingan pertanian dan tata ruang

Baca juga: Menristek dorong pengolahan data citra satelit penginderaan jauh


Lulusan S3 dari Jepang itu menuturkan saat ini pembelajaran menjadi lebih mudah dengan perkembangan teknologi informasi di mana banyak informasi yang bisa diakses lewat internet sehingga tidak ada batasan untuk belajar.

"Selama kita pantang menyerah dalam mencari sebuah sumber materi, saya tidak pernah kesulitan dalam belajar apapun," tuturnya.

Dia mengatakan penting untuk menargetkan diri mempunyai keterampilan tambahan dan mempelajari ilmu lain untuk bisa memperkaya kepakaran yang digeluti.

"Miliki kemampuan untuk terus belajar dan tak pernah berhenti belajar," tuturnya.

Masita mengaku Indonesia memberikan ekosistem yang kondusif untuk peneliti berkarya karena dalam melakukan penelitian, tidak mengenal gender. Baik perempuan maupun laki-laki bebas berkarya dan bersaing.

Dia menuturkan dalam kompetisi saat ini, yang dilihat bukanlah gender, melainkan kemampuan dan kapasitas diri. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat terutama generasi milenial untuk selalu mengasah diri, belajar terus menerus, meningkatkan kualitas dan kemampuan diri untuk menjadi yang terbaik, serta mengeksplorasi hal sebanyak mungkin dan terus berkarya.

"Kita harus bersyukur di Indonesia lebih terbuka, saling bertoleransi, bisa saling mengerti jadinya kita peneliti Indonesia merasa nyaman bekerja sama dengan yang berbeda gender," ujarnya.

Selain itu, lanjut Masita, peneliti muda atau mahasiswa juga harus bisa mengejar ketertinggalan teknologi untuk mengikuti perkembangan zaman.

Dalam melakukan penelitian di bidang penginderaan jauh atau bidang lain, juga penting untuk melakukan kolaborasi antarpeneliti. Untuk itu, Masita mengajak putera-puteri Indonesia untuk membangun jaringan dan memperbanyak kolaborasi untuk mempermudah kegiatan riset mencapai hasilnya.*

Baca juga: Menristek: Satelit penginderaan jauh penting untuk tangani karhutla

Baca juga: LAPAN adakan Rakor Nasional Citra Satelit Penginderaan Jauh 2021

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar