Muhadjir Effendy temui Syafii Maarif di Yogyakarta

id Muhadjir,Menko PMK,Syafii

Muhadjir Effendy temui Syafii Maarif di Yogyakarta

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, seusai bersilaturahim di kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, di Perumahan Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat. ANTARA FOTO/Luqman Hakim

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, bersilaturahim ke kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, di Perumahan Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat.

Effendy yang tiba sekitar pukul 13.30 WIB diterima Buya Syafii dan berbincang-bincang selama satu jam. "Silaturahim biasa," ujar dia, kepada awak media seusai berpamitan dengan Buya Syafii.

Baca juga: Menko PMK nyatakan stunting menentukan perkembangan SDM Indonesia

Bagi dia, Maarif telah dianggap layaknya orang tuanya sendiri sehingga ia merasa perlu menyempatkan berkunjung di sela kegiatannya di Yogyakarta.

"Seperti bapak saya, seperti orang tua saya. Sudah lama saya tidak bersilaturahmi. Selama Covid ini kan saya tahu diri untuk tidak datang tapi karena beliau sudah divaksin sehingga saya tadi bersilaturahmi," kata dia.

Cendekiawan Muslim itu juga sempat mengkhawatirkan kesehatan Muhadjir yang tidak jarang turun langsung ke lapangan dalam penanganan Covid-19.

Baca juga: Menko PMK: Saling eratkan persaudaraan di masa pandemi COVID-19

Kepada Buya Syafii, Effendy kemudian menjelaskan bahwa penanganan Covid-19 di Tanah Air memang tidak bisa tuntas tanpa penanganan langsung di lapangan.

"InsyaAllah (saya) selalu menjaga diri, selalu waspada dan memang penganan Covid-19 ini tidak bisa hanya dibahas di atas meja, tapi harus turun ke lapangan," kata dia.

Baca juga: Menko PMK harapkan BRIN tingkatkan kompetensi riset Indonesia

Hal itu, menurut dia, sesuai anjuran Presiden Joko Widodo yang menyebutkan penanganan Covid-19 di Tanah Air memang membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengontrol secara langsung pelaksanaan di lapangan.

"Bapak Presiden menyampaikan kelemahan dalam penanganan Covid-19 ini adalah kepemimpinan lapangan. Oleh karena itu kita harus tahu betul bagaimana pelaksanaan di lapangan karena apa yang dibahas di meja belum tentu persis seperti di lapangan," kata dia.

Baca juga: Menko PMK prihatin banyak ibu hamil dan anak jadi korban COVID-19


Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar