Dedeh Erawati adanya DBON bawa harapan baru untuk atlet masters

id Dedeh Erawati,Olimpiade ,atlet,DBON,Masters

Dedeh Erawati adanya DBON bawa harapan baru untuk atlet masters

Arsip foto - Pelari gawang Dedeh Erawati bertanding pada nomor 100 meter gawang putri dalam Kejuaraan Nasional Atletik di Stadion Rawamangun, Jakarta, Kamis (21/8). Dedeh menang dengan catatan waktu 13.58 detik. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/ed/ama.

Jakarta (ANTARA) - Dedeh Erawati mengatakan adanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang resmi meluncur bersamaan dengan perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38 pada 9 September, menjadi harapan baru untuk atlet senior yang masih aktif berlaga di level masters.

Perempuan 42 tahun itu menuturkan Indonesia masih memiliki sejumlah mantan atlet nasional yang aktif mengikuti berbagai ajang internasional seperti di World Masters Games.

DBON secara resmi meluncur melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 tahun 2021. Dalam peluncurannya, Menpora Zainudin Amali mengatakan bahwa implementasi paradigma baru dalam dunia olahraga Indonesia itu harus menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Baca juga: Harapan Dedeh Erawati usai Alvin dan Zohri tampil di Olimpiade Tokyo

"Haornas selalu harapannya menjadi momentum untuk olahraga Indonesia yang makin baik. Meskipun situasi masih pandemi, tidak menghalangi semuanya. Terbukti di Olimpiade Tokyo tercipta beberapa rekor dunia," kata Dedeh kepada Antara, Kamis.

"Grand desain jadi harapan untuk atlet senior dan berharap ada perhatian lebih karena kami yang bersaing di level masters juga diakui dunia. Jangan dibedakan karena kami juga ada dan bisa membuat Indonesia Raya berkumandang, Merah Putih berkibar," ujar Dedeh.

Atlet yang pernah tampil untuk Indonesia di nomor lari gawang 100m putri pada Olimpiade Beijing 2008 itu juga mengatakan, saat ini masih menggunakan dana pribadi untuk mengikuti berbagai kejuaraan internasional.

Sebenarnya, kata Dedeh, ada dana dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Masters Indonesia (PB PAMI) yang menaungi atlet atletik usia di atas 35 tahun sampai tak terbatas.

Namun, Dedeh mengaku sejauh ini belum maksimal. Karena yang menjadi prioritas adalah atlet dengan usia lanjut. Dia pun mengandalkan sponsor atau dana pribadi untuk mengikuti berbagai kejuaraan internasional.

Baca juga: Haornas, Leani harap atlet disabilitas dapat kesetaraan publikasi

"Tetapi sebenarnya kalo misal bantuan itu ada untuk masters artinya dari usia 35 tahun. Jadi seharusnya saya juga termasuk dan harapannya ke depan dengan adanya DBON ini juga lebih baik lagi," kata Dedeh.

Dedeh berencana untuk tampil di World Masters Games yang dijadwalkan bergulir di Jepang pada Mei 2022. "Ajang tersebut sama seperti Olimpiade bergulir empat tahun sekali dan mempertandingkan berbagai cabang olahraga," kata Dedeh.

Dalam kesempatan ini, atlet asal Sumedang, Jawa Barat itu juga berharap implementasi DBON dapat terus berlanjut.

"Harus konsisten dalam segala hal dan komitmennya harus didukung dari segala aspek. Jangan sampai adanya pergantian kepemimpinan nanti berubah lagi," kata Dedeh.

Selain itu, jangan sampai hanya beberapa cabang olahraga yang mendapat perhatian. Artinya, cabang yang belum berprestasi juga harus tetap didorong untuk bisa lebih baik.

"Tujuan pasti sudah baik dan semoga langkah-langkahnya juga terus konsisten. Dan jangan lupa libatkan olimpian, karena bagaimana pun mereka yang pernah berada di lintasan tertinggi di olahraga. Ambil ilmunya," pungkas Dedeh.

Baca juga: David Jacobs maknai Haornas sebagai motivasi mengukir prestasi

Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar