Gernas BBI Masterclass Ikan vs Kopi sukses kreasikan produk abon lele

id gernas bbi,masterclass ikan kopi,abon lele,kkp

Gernas BBI Masterclass Ikan vs Kopi sukses kreasikan produk abon lele

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Artati Widiarti (kanan) bersama Susi Mardiatin pemenang juara satu kontes bertajuk "Masterclass Ikan vs Kopi", bagian dari Gernas BBI. ANTARA/HO-KKP

Jakarta (ANTARA) - Hasil kontes Masterclass ikan vs Kopi yang merupakan rangkaian acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) menghasilkan pemenang juara satu Susi Mardiatin yang sukses mengkreasikan produk abon lele.

"PDSPKP (Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan) akan selalu memberikan penguatan terhadap UMKM pengolah ikan, seperti menggelar kontes "Masterclass: Ikan vs Kopi" ini. Kita ingin menunjukkan sekaligus mengajak masyarakat untuk bangga buatan Indonesia," kata Dirjen PDSPKP KKP, Artati Widiarti, dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Artati mengapresiasi keberhasilan Susi dalam ajang tersebut. Ia mengajak pelaku usaha, khususnya UMKM untuk selalu optimistis dan berinovasi guna menciptakan peluang di masa pandemi ini.

Artati mengutarakan harapannya agar ke depan, semakin banyak kreasi dan inovasi lain dari UMKM pengolah perikanan guna menunjukkan bahwa produk-produk perikanan Indonesia tak kalah dari produk luar negeri.

Sementara itu, Susi Mardiatin mengungkapkan merasa tertarik dengan kontes yang dimulai pada 6 Juli 2021 tersebut setelah melihat unggahan di akun Instagram @pasarlaut_indonesia tentang "Masterclass: Ikan vs Kopi". Kontes yang digelar KKP melalui program Pasar Laut Indonesia bagian Gernas BBI telah menantangnya.

"Saat melihat postingan itu saya merasa tertantang buat ikutan," kenang Susi dan menambahkan, semangatnya kian membuncah karena pemenang kompetisi ini bisa mendapatkan hadiah Rp25 juta, pembinaan sekaligus pendampingan usaha dari KKP.

Ia mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 membuat bisnis kue kering dan jajanan pasar yang dia rintis selama ini kolaps.

Berbekal pengalaman pernah ikut pelatihan pembuatan kue kering, perempuan asal Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah ini pun mencoba memadukan daging lele dengan resep egg roll yang dia kuasai. Lele sengaja dipilih karena mudah dijumpai di lingkungan sekitarnya sekaligus familiar di lidah warga Purbalingga yang jauh dari laut.

"Saya bikin egg roll abon lele, saya hilangkan amisnya sampai jadi camilan renyah dan pas buat jadi menu pendamping kopi. Sebelum mengirim ke panitia lomba, saya minta keluarga nyoba dan suka, semua bilang enak," kata Susi pemilik akun instagram @susimardiatin.

Pelan tapi pasti, inovasi Susi lolos 10 besar dari kontes yang diikuti oleh 400 peserta se-Indonesia tersebut. Ia pun berkesempatan untuk mengikuti kelas ekslusif dengan pemateri Chef Yongki Gunawan, praktisi fotografi Rosalina, praktisi marketing Handoko Hendroyono, serta praktisi keuangan Danis.

Setelah sekian rangkaian penilaian, egg roll abon ikan milik Susi kian tak terbendung dan menjadi 3 besar sekaligus berkesempatan untuk mengikuti acara puncak yang digelar di Banda Aceh, Rabu 8 September 2021.

Kini, Susi berharap inovasi dan produknya bisa diterima oleh masyarakat secara luas. Ia memastikan bahwa egg roll abon lele cocok untuk menjadi teman pendamping kopi, baik pagi, siang maupun malam.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) Wahyu Muryadi mengatakan kontes "Masterclass Ikan vs Kopi” dalam acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Aceh ditujukan agar camilan berbasis ikan sebagai pendamping minum kopi.

“Ini difestivalkan agar dapat menjadi trend setter dan kebiasaan baru bagi para penikmat kopi. Syukur-syukur bisa menjadi viral dan mewabah di semua kalangan masyarakat,” ujar dia ketika dihubungi, Jakarta, Kamis (9/9).

Lebih lanjut, dikatakan bahwa selama ini tren minum kopi yang tengah populer cenderung didampingi camilan berbagai kue manis berbahan baku terigu yang impornya terus meningkat. Karena itu, dia mengharapkan camilan berbasis ikan akan meningkatkan geliat ekonomi lokal, terutama UMKM di sektor kelautan dan perikanan.

Baca juga: Gernas BBI Aceh, momentum perkuat pengelolaan perikanan Selat Malaka

Baca juga: Gernas BBI Aceh hadir agar camilan ikan jadi pendamping minum kopi

Baca juga: Gernas BBI, momentum UMKM Aceh untuk "go digital"

 

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar