Polda Metro ungkap banyak penyelidikan terhambat karena minim laporan

id Polda Metro Jaya,Jambret

Polda Metro ungkap banyak penyelidikan terhambat karena minim laporan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) berikan keterangan terkait penangkapan tiga tersangka dalam kasus penjambretan spesialis mobil di lampu merah dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/9). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat.

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengungkapkan banyak penyelidikan kasus kejahatan yang terhambat karena  korban  enggan membuat laporan ke polisi.

"Memang yang jadi kendala di sini banyak masyarakat yang tidak mau melaporkan setiap kejadian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis.

Baca juga: Polres Jakarta Pusat sebut angka kejahatan Januari - Maret turun

Hal itu disampaikan oleh Yusri saat ekspos kasus penangkapan tiga komplotan jambret yang khusus mengincar kendaraan roda empat dengan jendela terbuka di lampu merah.

Saat diperiksa secara intensif oleh petugas para pelaku ini mengaku bisa melakukan penjambretan sebanyak tiga sampai empat kali dalam sepekan.

Baca juga: Pelaku kejahatan seksual anak di Jakbar bisa kena sanksi kebiri kimia

Sedangkan laporan polisi yang berujung penangkapan tiga tersangka komplotan jambret tersebut diterima oleh Polda Metro Jaya pada 17 Agustus 2021 lalu.

"Ini sebagai edukasi kepada masyarakat tolong segera dilaporkan," ujarnya.

Yusri mengungkapkan pimpinan komplotan ini adalah residivis kasus serupa yang berinisial DS yang dijebloskan ke penjara pada 2017 dengan masa hukuman satu tahun.

Tersangka DS berperan merampas barang berharga dari dalam mobil korban dan tidak segan untuk melukai korbannya yang coba melawan. Sedangkan tersangka kedua berinisial S alias D yang berperan mengendarai sepeda motor untuk melarikan diri. Keduanya biasa beraksi tiga sampai empat kali dalam sepekan di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Baca juga: Polrestro Jakarta Barat bentuk tim khusus anti kejahatan jalanan

Sedangkan tersangka ketiga yang berinisial MN diketahui berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan tersangka DS dan S.

Ketiganya ditangkap berdasarkan laporan salah satu korbannya pada 17 Agustus 2021. Atas laporan tersebut Ketiganya ditangkap di tempat terpisah di Cakung, Penggilingan dan Sumur Batu. Namun tidak dijelaskan kapan ketiganya ditangkap.

Menurut pengakuan tersangka MN, yang bersangkutan tidak hanya menampung barang hasil kejahatan tersangka DS dan S, namun juga barang curian komplotan lainnya.

Atas keterangan tersebut penyidik Polda Metro Jaya kini tengah mengembangkan kasus tersebut untuk memburu kawanan jambret lainnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga tersangka kini harus mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Tersangka DS dan S dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara, sedangkan MN dikenakan Pasal 480 KUHP tentang penadah barang hasil kejahatan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar