Dinkes Kendari: Imunisasi bayi tertunda akibat vaksin BCG langka

id Dinkes, Kendari, Imunisasi, bayi, tertunda, akibat, vaksin, BCG, langka 

Dinkes Kendari: Imunisasi bayi tertunda akibat vaksin BCG langka

Ilustrasi - Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (memegang bayi) saat menjenguk pasien yang telah melahirkan di RSUD Kota Kendari usai meresmikan ruang PONEK di rumah sakit tersebut, Sabtu (18/1/20). ANTARA/Harianto

Kendari (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut bahwa sebulan terakhir terdapat 100 bayi yang lahir di kota itu belum mendapatkan imunisasi dasar akibat stok vaksin Bacille Calmette Guerin (BCG) langka atau tidak tersedia.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kendari Samsul Bahri di Kendari, Sabtu mengatakan saat ini pihaknya mengalami kekurangan stok vaksin BCG sejak Agustus.

"Kami sudah ke Dinkes Provinsi tapi stoknya tidak ada. Katanya masih menunggu droping dari pusat," kata dia.

Kelangkaan stok vaksin tersebut bukan hanya terjadi di Kota Kendari saja, tapi di seluruh kabupaten/kota se-Sultra, sehingga program imunisasi terhadap bayi ditunda sementara.

Menurutnya, jumlah bayi yang membutuhkan tambahan imunitas tubuh itu cukup besar. Salah satunya Kota Kendari yang jumlahnya mencapai 100 bayi setiap bulan.

Baca juga: Masyarakat diajak lengkapi imunisasi dasar anak cegah penyakit
Baca juga: Reisa dorong orang tua penuhi imunisasi dasar lengkap anak


Ia berharap, pemerintah segera mengadakan vaksin BCG sesegera mungkin untuk disalurkan kepada bayi mengingat fungsi vaksin yang cukup sentral.

"Pemberian vaksin BCG terhadap bayi sangat penting untuk melindungi bayi dari risiko terpapar virus dan bakteri yang kini perkembangan atau bermutasi sangat cepat. Misalnya saja, virus BCG mampu mencegah penularan kuman mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit tuberculosis," ujar dia.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengaku prihatin atas langkahnya vaksin BCG. Olehnya itu, dirinya memerintahkan Dinkes Kendari untuk terus bangun komunikasi dengan provinsi terkait pengadaan vaksin tersebut.

"Saya minta Dinkes terus berkoordinasi dengan provinsi, karena pemberian imunisasi dasar kepada balita sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka. Bahkan ini sudah dianjurkan oleh badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) agar bayi wajib mendapatkan vaksin," katanya.

Baca juga: Dinkes Aceh: Cakupan imunisasi dasar lengkap tak capai target
Baca juga: Dokter UGM: Imunisasi bayi harus tetap jalan selama pandemi COVID-19
Baca juga: 9,5 juta anak di Asia Tenggara belum diimunisasi

 

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar