Mensos bahas penanganan masalah sosial semasa pandemi di IDACON

id masalah sosial,perlindungan sosial,bantuan sosial pemerintah,menteri sosial

Mensos bahas penanganan masalah sosial semasa pandemi di IDACON

Tangkapan layar Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menjadi pembicara kunci dalam konferensi dakwah internasional (IDACON) 2021 yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (23/9/2021). (ANTARA/Desi Purnamawati)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Tri Rismaharini membahas program-program yang dijalankan oleh pemerintah dalam upaya mengatasi masalah sosial pada masa pandemi COVID-19 saat menjadi pembicara kunci dalam International Dakwah Conference (IDACON) 2021.

Dalam ajang IDACON yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis, Menteri Sosial mengatakan bahwa pandemi membuat banyak orang tidak bisa bekerja atau kehilangan mata pencaharian sehingga menjadi miskin.

Guna meringankan beban masyarakat miskin, ia menjelaskan, pemerintah antara lain memberikan bantuan sosial kepada warga lanjut usia, penyandang disabilitas, dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Selain itu, pemerintah menjalankan program perlindungan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

"Setelah kita data mereka sebetulnya bisa keluar dari kemiskinan, kemudian saya menganalisanya dengan membuat Program Pahlawan Ekonomi," katanya.

Program Pahlawan Ekonomi merupakan program pemberdayaan sosial melalui berbagai pelatihan keterampilan teknis seperti kuliner, kerajinan, dan industri rumah tangga serta pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran.

Peserta program ini sebagian besar ibu rumah tangga dari keluarga miskin. Mereka mengikuti pelatihan agar bisa berwirausaha, menghasilkan produk kemudian menjualnya.

Kementerian Sosial juga memberikan bantuan berupa sepeda motor listrik kepada penyandang disabilitas agar mereka bisa melakukan kegiatan usaha.

Di samping itu, Kementerian Sosial melalui Program Pejuang Muda mengajak para mahasiswa terlibat dalam program kewirausahaan sosial.

Bagi para pemulung, tuna wisma, dan penyandang masalah sosial lainnya, Kementerian Sosial menjalankan Program Sentra Kreasi Atensi, yang memungkinkan mereka mendapatkan pelatihan usaha dan tempat untuk memajang produk.

"Jadi tidak ada alasan mereka tidak bisa, yang ada adalah kita meningkatkan kapasitas kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan, termasuk penyandang disabilitas," demikian Menteri Sosial.

Baca juga:
Pemerintah dampingi pekerja difabel yang kehilangan kerja saat pandemi
Kementerian Sosial sedia 7.900 alat bantu untuk penyandang disabilitas

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar