"Gana Kalajaya" promosikan pariwisata Indonesia di India

id KJRI Mumbai,Keraton Yogyakarta,wayang orang,Gana Kalajaya

"Gana Kalajaya" promosikan pariwisata Indonesia di India

Pemain wayang orang "Gana Kalajaya" atau Bathara Ganesha berperan di atas panggung. Pergeralaran yang digelar virtual itu merupakan kerja sama antara antara Konsulat Jenderal RI di Mumbai dengan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat pada Sabtu (25/9/2021). ANTARA/HO-KJRI Mumbai/am.

Jakarta (ANTARA) - Konsulat Jenderal RI di Mumbai dengan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar secara virtual wayang orang “Gana Kalajaya” atau Bathara Ganesha, yang berlangsung  Sabtu, 25 September 2021 dengan tujuan mempromosikan pariwisata Indonesia di India dan dunia,

Pergelaran tersebut disaksikan oleh 10.000 penonton dari India, Indonesia dan berbagai negara lain melalui saluran Zoom dan YouTube serta didukung oleh Kedutaan Besar RI di New Delhi dan Kementerian Luar Negeri RI.

Pergelaran diawali dengan tarian khas Keraton, Bedaya Sang Amurwa Bumi, dilanjutkan dengan sambutan dari Konjen RI Mumbai dan Guests of Honour Menteri Pariwisata, Lingkungan dan Protokol Pemerintah Negara Bagian Maharashtra.

Acara dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan mempersembahkan pertunjukan virtual Wayang Orang “Gana Kalajaya” yang disaksikan oleh berbagai kalangan di India, Indonesia dan berbagai negara lainnya.

Baca juga: Dosen ISI Denpasar Pentas Wayang di India

Konsul Jenderal RI di Mumbai Agus Prihatin Saptono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu,  mengatakan kolaborasi pertunjukan virtual itu merupakan upaya berkelanjutan dalam mempromosikan pariwisata Indonesia kepada masyarakat India dan dunia, yang kali ini mengangkat potensi pariwisata Yogyakarta sebagai salah satu destinasi unggulan Beyond Bali, sekaligus mengangkat kemiripan serta keunikan warisan budaya  yang dimiliki oleh Indonesia dan India.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberi semangat kepada para pelaku seni, budaya dan penyelenggara kegiatan seni yang terpaksa berhenti beraktivitas sejak dua tahun terakhir sebagai dampak multidimensi dari pandemi COVID-19. Semua pihak berusaha beradaptasi dengan kondisi tersebut di samping tetap melakukan mitigasi penyebaran virus COVID-19,” katanya.

Wayang Orang “Gana Kalajaya” adalah kreasi spesial Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, khusus untuk dipertunjukkan pada September, bersamaan dengan bulan perayaan Ganesh Chaturti di India, khususnya wilayah Maharashtra.

Menteri Pariwisata, Lingkungan dan Protokol Pemerintah Negara Bagian Maharashtra Aaditya Thackeray dalam sambutannya menyampaikan rasa gembiranya dengan insiatif Konjen RI Mumbai untuk membuat sebuah pertunjukan yang menarik, tidak hanya menunjukkan kedekatan hubungan budaya India dengan Indonesia, tetapi juga mengangkat cerita yang menjadi perhatian masyarakat India, Gana Kalajaya, yang bercerita tentang Lord Ganesha.

Ia berharap dapat berkolaborasi di masa mendatang dalam kegiatan - kegiatan serupa dan mengharapkan kunjungan wisata dapat meningkat di kedua negara.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X  pada sambutannya mengatakan kegiatan tersebut mengingatkannya pada perayaan enam dekade hubungan diplomatik Indonesia – India yang diselenggarakan di Yogyakarta pada November 2011 dengan kegiatan untuk membangun dialog budaya antarbangsa di seputar khatulistiwa bermitra dengan India.. Wayang Orang Gana Kalajaya merupakan karya Adiluhung berdasarkan tokoh dan seni budaya Jawa yang mendapatkan pengaruh India. Kemiripan budaya Indonesia dan India meskipun ada kesamaan gaya dan cerita selalu memiliki perbedaan karena beradaptasi dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat masing-masing.

Melalui pertunjukan virtual Wayang Orang “Bathara Gana Kalajaya” ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan Indonesia dan India, serta meningkatkan hubungan people to people contact serta kunjungan wisatawan India ke Indonesia di masa mendatang.

Baca juga: Amerika Bersatu "nanggap" wayang virtual
Baca juga: Ratusan masyarakat global saksikan pagelaran wayang kulit virtual


Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar