Ninik bersyukur mendapat pengobatan TBC gratis dengan JKN-KIS

id TBC, JKN-KIS

Ninik bersyukur mendapat pengobatan TBC gratis dengan JKN-KIS

Seorang pasien Tuberkulosis (TBC) Ninik Wahyu Putri Iskandar Irianti (18). (ANTARA/Humas BPJS Kesehatan)

Jakarta (ANTARA) - Seorang pasien Tuberkulosis (TBC) Ninik Wahyu Putri Iskandar Irianti (18) mengaku bersyukur pengobatan penyakitnya ditanggung gratis berkat Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

TBC adalah penyakit paru-paru yang menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari tiga minggu). Biasanya berdahak dan terkadang mengeluarkan darah.

Sudah sejak beberapa hari ini Ninik Wahyu Putri Iskandar Irianti (18) dirawat di Rumah Sakit Agats, Asmat, Papua, karena penyakit TB yang dideritanya. Di usia yang masih terbilang muda, ia mengaku sangat sedih dengan kondisinya, namun di sisi lain ia merasa bersyukur karena bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan secara gratis berkat Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Menurut informasi yang saya dapatkan dari pihak rumah sakit, penyakit saya ini bisa disembuhkan karena masih dalam tahap awal dan beruntungnya bisa terdekteksi sejak dini sehingga pengobatan pun bisa dilakukan lebih awal. Gejala awal saya batuk, sekitar satu minggu saya mengalami batuk dan berdahak. Karena kondisi saya yang semakin memburuk, keluarga memutuskan untuk mengantar saya ke puskesmas dan akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk pengobatan lebih intensif,” ujar Ninik dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, orang tua Ninik, Irianti, mengaku senang karena pengobatan sekarang sudah mudah dan cepat. Semua anggota keluarganya sudah memiliki Kartu JKN-KIS yang terdaftar pada segmen peserta yang didaftarkan oleh pemerintah daerah (pemda). Ia menceritakan proses yang dilaluinya selama pengobatan.

“Perawatan sudah memasuki hari ke tiga, batuk sudah jarang dan demam sudah menurun. Menurut dokter, apabila kondisinya semakin membaik, besok sudah bisa pulang dan melanjutkan pengobatan rawat jalan. Sejauh ini, sama sekali tidak ada kesulitan mendapatkan pengobatan, justru saya merasa mendapatkan pengobatan dan pelayanan yang maksimal. Bahkan obat diambilkan oleh perawat dan jadwal minum obatnya pun dijadwalkan dan diantarkan oleh petugas rumah sakit," kata Irianti.


Pewarta : Indriani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar