Pupuk Kaltim ajak masyarakat bangga gunakan produk Indonesia

id gernas bbi,bangga buatan indonesia,cinta produk lokal,pupuk kaltim,pupuk indonesia

Pupuk Kaltim ajak masyarakat bangga gunakan produk Indonesia

Produk pupuk buatan PT Pupuk Kaltim. ANTARA/HO-Pupuk Kaltim.

Jakarta (ANTARA) - Anak usaha holding PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengajak masyarakat untuk senantiasa bangga menggunakan produk buatan Indonesia agar menjadi tuan rumah di negara sendiri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan kebanggaan pada produk buatan Indonesia sudah sepatutnya digaungkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap hasil karya pelaku usaha dalam negeri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Pupuk Kaltim turut mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kalimantan Timur yang diluncurkan Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, di Samarinda.

Pupuk Kaltim bersama mitra binaan turut meramaikan kegiatan expo bertajuk Go Borneo”tersebut dengan menampilkan berbagai produk unggulan perusahaan dan UMKM binaan, seperti kerajinan tangan khas Kaltim, tas, hingga batik tulis.

Rahmad Pribadi mengatakan produk UMKM khususnya di Kalimantan Timur, memiliki kualitas sangat baik dengan daya saing tinggi yang bisa dilihat dari kontribusi ekspor yang terus meningkat setiap tahun. Pada triwulan I 2021 produk UMKM Kaltim mampu menembus ekspor 10 negara dengan nilai 2 juta dolar AS atau Rp28 miliar.

Baca juga: Gernas BBI dorong masyarakat cintai produk lokal

Hal ini menjadi bukti eksistensi produk lokal mampu bersaing dan tidak kalah dari produk luar, katanya, sehingga berdampak terhadap peningkatan devisa negara.

“Sudah sepatutnya kita bangga dengan produk Indonesia, karena selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, juga sebagai wujud kecintaan kita terhadap produk buatan anak negeri,” ujar Rahmad.

Semangat Gernas BBI Kaltim juga selaras dengan misi Pupuk Kaltim untuk mendorong sektor UMKM terus berkembang dengan pembinaan berkesinambungan, mulai dari permodalan, pendampingan dan promosi, penguatan kapasitas kelompok, serta Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI).

Hingga saat ini Pupuk Kaltim telah membina lebih dari 28.000 UMKM di Bontang dan Kaltim pada berbagai sektor. Beberapa mitra binaan, kata dia, tengah bersiap untuk menjajaki pasar ekspor. 

Pupuk Kaltim juga mendorong UMKM untuk Go Digital dengan menyediakan sarana promosi dan penjualan melalui aplikasi Mitros, yang dihadirkan untuk menjangkau pasar UMKM agar lebih luas, apalagi platform digital tersebut tak hanya dikhususkan bagi mitra binaan perusahaan saja, tapi juga seluruh pelaku UMKM di Kota Bontang.

Baca juga: Mendes: Go Borneo perluas pemasaran produk UMKM khas Kaltim

“Sejalan dengan semangat Go Borneo pada pencanangan Gernas BBI Kaltim, Pupuk Kaltim akan terus berupaya meningkatkan geliat UMKM untuk memperluas peluang pasar sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap produk dalam negeri,” ujar Rahmad.

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menjelaskan Gernas BBI telah banyak menstimulasi dan menginspirasi usaha lokal, kecil dan menengah, termasuk BUMDesa untuk terus berkembang. Gernas BBI berhasil meningkatkan lebih dari 3,8 juta UMKM dan BUMDesa ke platfom digital. 

Tema Go Borneo ditujukan untuk membangkitkan semangat mengenalkan, mengembangkan, memajukan dan memperluas pemasaran produk UMKM dan BUMDesa di Kalimantan Timur, terutama dengan memanfaatkan platform pemasaran digital dalam merespon perkembangan teknologi, peluang serta kebiasaan beli masyarakat saat ini.

“Go Borneo selaras dengan pencapaian SDGs Desa, terutama tujuan ke-8 yakni Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, diikuti Tujuan SDGs Desa ke-12 yakni Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan," katanya. 

Sementara Menko Luhut Binsar Panjaitan mendorong para pelaku UMKM terus menjaga dan meningkatkan kualitas produk serta layanan, sekaligus membekali SDM dengan literasi digital, sehingga UMKM mampu masuk ke platform e-commerce dan mengembangkan pasar sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target Gernas BBI.

“Terus dukung produk dalam negeri agar berjaya di negeri sendiri. Selamat berbelanja produk artisan Kalimantan. Semangat Bangga Buatan Indonesia,” kata Menko Luhut.

Baca juga: Kemenkomarves: Gernas BBI buat 16 juta UMKM masuk ekosistem digital

Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar